Mengawali tahun 2026, kung mania Pocan Kobra (Pondok Candra Kompak Bersatu dan Bersahaja) menggelar hajatan berupa Latihan Dinilai Pengcam Waru pada Minggu, 11 Januari 2026. Menempati lokasi di markas mereka yakni Lapangan Pondok Candra Waru Sidoarjo, acara berlangsung sukses dan lancar.

Sukses menghadirkan peserta sesuai dengan kouta yang tersedia dan lancar karena selama acara, tidak ada kendala yang menghambat kegiatan. Kabar tersebut bisa dikatakan bukan sesuatu yang baru. Karena selama ini, setiap ada acara disana, panitia selalu berhasil mendulang peserta sesuai jumlah target dan pelaksanaan berjalan sebagaimana mestinya.

Ito Nilam, selaku bagian pendaftaran mengaku bahwa semua tiket di tiga kelas yang dilombakan (Piyik Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging) ludes terjual tanpa sisa. Bahkan bisa dikatakan bahwa jumlah tersebut sebenarnya kurang dari harapan kung mania. “Ada banyak calon peserta yang kami tolak karena tiket sudah habis. Kami tidak mungkin menambah jumlah blok karena lokasi yang tidak memungkinkan,” terang Ito.
Kapasitas enam blok untuk semua kelas (masing-masing kelas 2 blok), sepertinya memang jumlah yang ideal. Tidak sedikit kung mania yang batal menjadi peserta karena sudah kedahuluan peserta lain. “Saya mohon ma’af kepada rekan-rekan yang tidak kebagian tiket dan tidak dapat berlomba di Pocan. Tiket memang terbatas dan jumlah peserta melebihi kouta,” ungkap Ito.

H.Moh. Wahibin Ketua Pengcam Waru mengatakan bahwa selama ini kapasitas blok yang ada di lapangan Pondok Candra memang tidak bisa mengalami penambahan. “Lapangan Pondok Candra hanya punya jumlah kerekan 4 blok dan gantangan 2 blok. Untuk nambah, kayaknya tidak mungkin karena keterbatasan lokasi,” jelas kung mania yang akrab dipanggil Kang Ibink.

Untuk itulah panitia mengharapkan kesadaran dan harap maklum atas kondisi tersebut. Dalam sambutannya H.Ibink mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas dukungan dan kehadirannya. “Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah bersedia hadir dan menyempatkan waktunya untuk bersilaturahmi dengan yang lain di lapangan Pondok Candra,” ungkap pemilik Ibink Bird Farm Waru Sidoarjo.
Sementara itu diinformasikan bahwa sistem penjurian yang dilakukan menerapkan sistem diskualifikasi total. Artinya jika selama ini diskualifikasi masih memberikan bendera dua warna pada peserta yang terkena dis, namun kali ini, bendera langsung dinyatakan hilang alias peserta yang dinyatakan kena diskualifikasi tidak mendapatkan nilai sama selalu alias nilai kosong.

Menurut Benny Mintarso yang mengawal dan memimpin breifing juri, dilakukan sebagai bentuk penerapan aturan . “Selama ini burung kena dis masih bisa juara karena mendapatkan nilai dua warna. Makanya kali ini kami tetapkan aturan diskualifikasi total dengan harapan burung dis tidak bisa masuk juara,” ungkap Benny Mintarso.

Penerapan aturan ini disosialisasikan langsung pada peserta sebelum pelaksanaan penjurian di mulai. Tujuannya agar peserta paham dan tau aturan mainnya, sehingga tidak ada protes. Pada kesempatan yang sama Benny Mintarso juga mewanti wanti juri agar tetap menjalankan tugas dengan baik dan benar, tidak menilai secara subyektif.
“Jangan menilai burung berdasarkan siapa yang punya. Dan jangan membela satu orang dengan mengorbankan banyak peserta. Marilah kerja dengan profesional tanpa embel-embel yang lain,” harap Ketua Bidang Penjurian Pengwil Jawa Timur. Informasi lain yang bisa disampaikan adalah bahwa gelaran kali ini dikawal cuaca mendung dan sesekali panas.

Hembusan angin juga terasa kurang memberikan efek pada peserta. Namun demikian kondisi tersebut tidak membuat peserta menurunkan tensi semangatnya untuk memberikan dukungan pada sanga orbitan yang berjuang di atas kerekan dan gantangan. Empat babak berlangsung dalam suasana saling serang dengan mengedepankan performa terbaik.

Usai penjurian dilakukan cek ring untuk memastikan kepemilikan ring P3SI bagi peserta yang masuk nominasi. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan di lakukan. Untuk podium pertama Kelas Piyik Bebas berhasil menjadi milik RedBull amunisi H.Iwan Jombang, produk ternak WK yang dikerek pada nomor119.
Disusul kemudian Pancasona andalan Sony Hartanto Surabaya, ternakan Jupiter yang menempati nomor kerekan 131 dan tempat ketiga menjadi milik Bintang Keberuntungan orbitan H.Rcholi Bangkalan, ternakan AAB yang ada di nomor kerekan 92. Di Kelas Piyik Yunior, podium pertama menjadi milik Aktor Muda amunisi H.Junaidi Surabaya, perkutut ternakan Ibink yang dikerek pada nomor 22.

Dilanjutkan pada urutan kedua, Talenta andalan H.Zainal Krian Sidoarjo ternakan Pizzaro yang berada di nomor kerekan 55 dan tempat ketiga dimenangkan oleh Bintang Abdi orbitan R.Surya Indra Bangkalan, ring JBN yang menempati nomor kerekan 31. Dan di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil dikuasi Garuda amunisi Andre Surabaya, ternakan Puncak Jaya yang digantang pada nomor 60.

Urutan kedua ada Berlian andalan Drs.Amirullah,MM Bangkalan, produk JBN yang digantang pada nomor 15 dan tempat ketiga diraih Agya, orbitan Indra Sidoarjo, produk Discovery yang berada di nomor gantangan 33.
















