Geliat hobi perkutut di Lenteng Sumenep terasa begitu luar biasa. Salah satu Kolom yang selama ini nampak eksis adalah Potre Koneng yang terletak di Desa Jambu Lenteng. Aktifitas mereka selama ini hanya terbatas hanya latihan biasa dan kerek bareng. Hal ini sudah berlangsung sekitar setahun lebih.

Ali Sulaiman selaku kung mania yang masih tetap beraktifitas di luar wilayah, merasa tergerak untuk mengembalikan hobi perkutut dengan kegiatan yang lebih nyata. “Hobi perkutut di Lenteng sudah vakum sejak setahun lebih, tidak ada lagi yang namanya Latber, LatNil dan kegiatan lain.

Padahal dulu Lenteng menjadi daerah yang memiliki kegiatan rutin dan padat,” terang salah satu motor hobi di Lenteng. Demi terus menyalurkan hobi perkututnya, Ali Sulaiman terpaksa ikut kegiatan di luar Lenteng. Keinginan untuk mengembalikan kevakuman ini sudah tidak bisa ditawar lagi.


Akhirnya pada Senin, 17 November 2025, Ali Sulaiman bersama Kolom Potre Koneng menggelar LatNil untuk mengawali kegiatan yang sudah lama tidak mereka rasakan. Sebagai even perdana pasca vakum, dua kelas yakni Piyik Bebas dan Piyik Yunior menjadi partai yang dilombakan.

Masing-masing kelas hanya dibuka 1 blok dengan tujuan agar anggota bisa kembali aktif. Namun siapa sangka, ternyata respon dari luar kolom lur biasa. Mereka sekarang tidak ingin melewatkan kegiatan tersebut dan ingin menjadi peserta. Tetapi karena jumlah blok yang terbatas, namun tidak semua keinginan kung mania di luar kolom bisa direalisasikan.


“Peminat banyak melebihi perkiraan kami, tapi tidak semua bisa masuk karena jumlah terbatas. Kami memprioritaskan anggota kolom dulu karena mereka lama tidak lomba,” ungkap pemilik Putri Atika Bird Farm Lenteng. Penolakan dalam jumlah lumayan banyak memang menjadi perhatian panitia.

Namun tidak tidak ada yang bisa dilakukan selain harus menolak mereka. Menurut Ali Sulaiman, hal ini seakan menjadi dilema, tapi mau bagaimana lagi karena jumlah blok dan peminat tidak imbang. “Kami atas nama panitia LatNil Potre Koneng mohon maaf apabila ada yang tidak bisa ikut, karena kami memprioritaskan untuk anggota kolom,” ungkap Ali Sulaiman.

Disampaikan pula bahwa anggota kolom selama banyak yang tidak bisa berlomba karena Lenteng memang vakum kegiatan dinilai. Mengawali LatNil ini, diharapkan bisa mengembalikan semarak hobi perkutut di Lenteng yang sudah sudah lama tidak pernah dirasakan lagi.

“Dulu, Lenteng kalau mengadakan acara, peserta bisa mencapai 10 blok lebih, makanya saya ingin agar hal itu bisa terulang kembali,” harap Ali Sulaiman. Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa kegiatan berjalan sukses dan lancar. Cuaca mendukung penuh selama pelaksanaan.

Empat babak penjurian berlangsung tanpa masalah, sampai akhirnya penetapan urutan kejuaraan ditentukan. Siapa sajakah yang akhirnya keluar sebagai peraih podium juara di masing-masing kelas yang dilombakan. Simak daftar kejuaraannya.















