Sumenep kembali di semarakkan oleh kegiatan hobi perkutut. Sepertinya awal tahun 2026 tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh kung mania para penggila lomba. Mereka seakan ingin menjadikan tahun 2026 ini sebagai momentum untuk lebih gencar dalam menyalurkan hobi. Seperti yang dilakukan Kolom Potre Koneng Parsanga Sumenep.

Agenda berlabel Latihan Dinilai (LatNil) yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026 di lapangan Potre Koneng Parsanga, menjadi bukti nyata bahwa komunitas di Kota Sumekar ini tidak ingin melewatkan awal bulan begitu saja. Mereka harus tampil sebagai wujud eksistensi dan kekompakan serta semangat yang tetap menyala demi hobi yang harus tersalurkan.

“Hari ini Kolom Potre Koneng menggelar Latihan Dinilai untuk memberikan semangat kepada rekan-rekan untuk tetap berada di jalur hobi, sehingga mereka tetap nampak eksis,” terang Dahnan selaku pimpinan kolom. Lebih la nut disampaikan bahwa kegiatan ini murni untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada anggota dan juga para penggila lomba agar hobinya bisa tersalurkan.

Seperti pada kegiatan-kegiatan lain di Sumenep bahwa setiap penyelenggaraan selalu menjadi sasaran pelomba. Begitu juga yang terjadi pada kegiatan kali ini. Kouta yang disediakan panitia, sepertinya tidak mampu memenuhi serbuan peserta. Kelas Piyik Bebas dan Piyik Hanging dengan masing-masing kapasitas 1 blok, memang tidak mampu membendung serbuan kung mania.

Sudah bisa dipastikan bahwa tidak sedikit dari mereka harus mengalah dan tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Peserta luar biasa, seluruh kelas dan blok penuh, tiket yang kami sediakan tidak ada satupun yang tersisa. Bahkan panitia harus menolak rekan-rekan untuk bisa berlomba bersama,” sambung Dahnan.
Kenyataan inilah yang menjadi Pekerjaan Rumah setiap penyelenggara kegiatan hobi perkutut di Sumenep agar tidak selalu terjadi. Namun demikian, panitia juga tidak mampu melakukan tindakan apapun karena memang keterbatasan lokasi sehingga berdampak pada terbatasnya pula jumlah blok yang bisa disediakan.

“Kami atas nama panitia memohon ma’af apabila ada rekan-rekan yang tidak bisa ikut bergabung. Karena kapasitas terbatas sedangkan peminat lebih besar,” ungkap Dahnan lagi. Disampaikan juga bahwa bagi kung mania yang belum bisa menjadi peserta untuk tidak kecewa karena kegiatan lain di Sumenep masih banyak.

Sukses penyelenggara menghadirkan peserta diikuti pula keberhasilan mengemas acara. Dari awal hingga akhir, tidak ada kendala yang menggangu jalannya kegiatan. Begitu pula dukungan cuaca yang cerah, semakin menambah semangat peserta untuk mengawal sang orbitan. Empat babak penjurian berjalan sesuai harapan.

Usai penjurian, cek ring menjadi agenda berikutnya yang dilakukan juri. Cek ring dilakukan untuk memastikan bagi peserta yang masuk nominasi, apakah Sush menggunakan Ring P3SI atau belum. Sampai akhirnya, penentuan posisi kejuaraan dilakukan untuk masing-masing kelas. Di podium pertama Kelas Piyik Bebas berhasil menjadi milik Supr Sonix, amunisi H.Syakur Bluto Sumenep, ring Mawar yang dikerek pada nomor 31.

Disusul kemudian Susi Susanti andalan H.Lutfi Bluto Sumenep, produk ternak Lavida yang menempati nomor kerekan 41 dan di tempat ketiga dimenangkan Raja Bintang orbitan Nito Sumber Urip Gung Gung Sumenep, ternakan SKW yang berada di nomor kerekan 11.
Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil menjadi milik Dempo Abang amunisi Imam Photoghapy Dasuk Sumenep, produk Benita yang digantang pada nomor 28. Disusul kemudian Galuh, andalan Darus Salam Kapedi Talango ternakan Karimun yang ada dinomor gantangan 23.

Dan tempat ketiga dimenangkan oleh Bandung orbitan Harut Batang-Batang Sumenep, ternakan Malrboro yang ada di nomor gantangan 35. Diakhir acara panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukugan, kerjasama dan perhatian dari semua pihak.















