Awal tahun 2026 dimanfaatkan betul oleh kung mania di Sumenep Madura untuk tetap berada di jalurnya. Mereka tidak ingin berlama-lama berada di dalam rumah tanpa melakukan aktifitas dan penyaluran hobi. Keinginan untuk langsung melakukan aksi turun ke lapangan, tidak bisa lagi dibendung.

Sampai akhirnya keinginan tersebut didukung penuh oleh Paguyuban Trunojoyo Karangpanasan lewat gelaran Latihan Dinilai (LatNil) yang diselenggarakan pada Selasa, 06 Januari 2026. Sudaryo, selaku ketua paguyuban mengaku bahwa agenda ini adalah murni dari rekan-rekan yang ingin tetap eksis di lapangan.

“Ada usulan dari teman-teman agar buat Latihan Dinilai, mumpung masih awal tahun dan tidak banyak jadwal, makanya saya langsung buat acara dengan dukungan mereka,” terang Sudaryo. Kegiatan kali ini hanya membuka dua kelas saja yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging dengan kapasitas masing-masing 1 blok.

“Paguyuban Trunojoyo punya blok terbatas, jadi ya kami pakai seadanya, yang penting teman-teman bisa tetap menyalurkan hobinya,” sambung tokoh lawas yang sampai saat ini masih tetap eksis. Terbatasnya jumlah blok memang berimbas pada beberapa kung mania yang tidak bisa meramaikan gelaran ini.

Menurut Sudaryo ada yang sampai ditolak karena tiket sudah habis. Untuk menambah blok lagi, jelas tidak mungkin karena keterbatasan lokasi. “Saya mohon ma’af apabila ada teman-teman yang tidak bisa ikut karena tiket sudah habis. Kami sudah berusaha untuk memenuhi permintaan, tapi tidak semua bisa kami lakukan,” ungkap pemilik Dua Putri Bird Farm Sumenep.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengda Sumenep, Kades H.Matsin. “Saya hadir sebagai bentuk dukungan pada kegiatan ini. Biar ada semangat dan Sumenep makin semarak,” jelas Ketua Pengda Sumenep. Sementara itu dari dalam arena, diinformasikan bahwa pelaksanaan berjalan sukses dan lancar.

Cuaca cerah seakan memberikan dukungan. Empat babak penjurian berjalan sesuai harapan. Cek ring masih menjadi rutinitas yang dilakukan usai proses penjurian. Pengecekan ring dilakukan untuk memastikan bahwa para nominasi sudah menggunakan Ring P3SI sebagai syarat yang harus dipenuhi dalam setiap penyelenggaraan.

Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan di masing-masing kelas diumumkan. Untuk Kelas Piyik Bebas, podium pertama berhasil menjadi milik Bondet amunisi Dahnan Lenteng Sumenep, ring Jasika yang dikerek pada nomor 34. Disusul kemudian Bintang Baru andalan H.Tptpk Karangpanasan, produk ternak Tosan yang berada di nomor kerekan 39.

Dan tenpat ketiga dimenangkan Hantu Rimb, orbitan H.Sunahwi Talango Sumenep, produk ternak Atlas yang menempati nomor kerekan 24. Untuk Kelas Piyik Hanging, podium pertama berhasil menjadi milik Kinanti, amunisi Gus Kadir Sumenep, ring Turbo yang digantang pada nomor 41.

Menyusul pada urutan kedua Mavia, andalan Yoyon Paberasan, ternakan Delfina yang menempati nomor gantangan 49. Dan Malboro orbitan Harut Batang-Batang Sumenep, ring Malboro yang ada di nomor gantangan 28 sebagai pemenang ketiga. Di akhir acara, Sudaryo mengucapkan teriima kasih atas dukungan dan kehadiran peserta.















