Akhirnya gelaran Liga Hanging Bangkalan 2025 dinyatakan tuntas. Diakhiri dengan agenda bertema Apresiasi untuk Kung Mania yang dihelat pada Minggu, 14 Desember 2025 di lapangan Pacuan Kuda Kemayoran, acara digelar dengan membagikan penobatan bagi kung mania yang berprestasi tertinggi dalam perebutan poin juara dalam perburuan selama satu tahun penuh.

“Hari ini kita melaksanakan acara Liga Hanging Bangkalan Akhir untuk memberikan apresiasi pada peserta yang telah berjuang selama satu tahun dari satu gelaran ke gelaran yang lain, dari satu daerah ke daerah lain dengan kondisi yang berbeda,” jelas HR.Ali Jufri Zaini selaku Ketua Pelaksana.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebagai bentuk penghargaan atas apa yang sudah diraih oleh peserta selama mereka berkompetisi dalam setiap liga, khususnya di Kelas Piyik Hanging. Agenda kali ini panitia membuka dua kelas yakni Piyik Yunior dan Piyik Hanging dengan masing-masing dua blok peserta.

Seperti pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, breifing juri menjadi rutinitas yang tidak pernah dilewatkan. Seperti biasa, arahan, masukan dan saran menjadi materi yang disampaikan. Siswoko Raharjo, Ketua Bidang Penjurian Pengda Bangkalan mengawali obrolan. “Saya harap Dewan Pengawasmencatat burung milik peserta yang mendapatkan nilai tiga waena usulan sampai empat warna. Catat nomor dan babak berapa saja,” jelas Siswoko Raharjo.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol ketika nanti ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Ir.HR.Moch Mahmud, Ketua Pengda Bangkalan yang hadir dalam acara tersebut memberikan beberapa pendapat. Menurut Wakil Ketua Bidang Penjurian P3SI Pusat, ada beberapa poin kesalahan juri sehingga mereka tidak mampu berlaku secara profesional.

Pertama, juri tidak paham aturan. Hal ini sangat berpengaruh pada perilaku dalam menilai juri yang cendrung tidak fair dan sesuai dengan aturan yang seharusnya. Kedua, juri kadang takut dengan intimidasi dari peserta, yang akhirnya menjadi ciut nyalinya. “Saya harap kalian gak usah takut, jika kalian memang benar, pengurus siap memback up kalian semua, jangan khawatir,” tegas pemilik CTP Bird Farm Bangkalan.


Ketiga, juri punya kepentingan pribadi. Hal ini banyak terjadi. Jika kondisi tersebut ada dalam juri, maka akan sangat merusak citra juri itu sendiri. “Tolong jaga nama baik Bangkalan. Jangan sampai anda tertangkap karena melakukan kesalahan, apalagi sampai fatal,” ungkap Ir.HR.Moch Mahmud.

Lebih lanjut disampaikan bahwa agar juri merespon setiap teriakan peserta, sehingga mereka merasa dihormati dan kondisi bisa tetap kondusif. “Kalau anda cuek, maka ini akan menjadi titik awal kericuhan,” sambung Ketua Pengda Bangkalan lagi. Bahasa tubuh juga menjadi arahan yang disampaikan agar dipraktekkan juri.

Apapun kondisinya, bahasa tubuh jangan sampai ditinggalkan. Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan bahwa pelaksanaan acara berlangsung dalam suasana tanpa sinar matahari penuh, namun awan tidak tertutup mendung. Panas hanya sesekali hadir, namun waktunya tidak terlalu lama.

Kemeriahan acara kali ini benar-benar luar biasa. antusias peserta mengikuti setiap tahan acara, menjadi pemandangan yang mengasyikkan. Mereka rela menunggu setiap tahapan dan arahan dari panitia. Mulai dari pembagian hadiah bagi para peserta terbaik, pendaftar terbanyak, peraih juara sampai pada acara pengundian doorprize.

Sungguh pemandangan yang menyimpulkan adanya keguyuban dan kekompakan peserta. Usai penjurian, seperti biaanya, cek ring masih menjadi rutinitas yang dilakukan oleh juri dibantu beberapa panitia. Empat babak berlangsung dalam kondisi yang kurang mendukung karena mendung mendominasi, meski hawa panas sempat muncul ke permukaan.

Sampai akhirnya penentuna posisi kejuaraan diumumkan. Untuk podium pertama Kelas Piyik Yunior, Aktor Muda, amunisi H.Junaidi Surabaya, produk Ibink yang menempati nomor kerekan 16 berhasil menjadi yeng terdepan. Disusul kemudian Raja Sandur, andalan Jimly Blega Bangkalan, produk ATT yang berada di nomor kerekan 84 sebagai peraihposisi kedua.

Tempat ketiga dimenangkan oleh Caisar orbitan Moh.Kanzul Fikri Blega Bangkalan, ternakan ABI yang dikerek pada nomor 73. Di Kelas Piyik Hanging, Luko Joyo, amunisi Hafid Kamal, ring Bekkur Jaya yang digantang pada nomor 36 ditetapkan sebagai peraih podium pertama.

Urutan kedua, ada Laskar Jihad andalan RH.Jufri Zaini Bangkalan, produk SUKI yang digantang pada nomor 105 sebagai peraih podium kedua dan tempat ketiga dimenangkan oleh RollRoyce orbitan H.Holik JBN Galis, ring JBN yang menempati nomor gantangan 78.

Diakhri acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan dukungan peserta, sehingga pelaksanaan bisa berjalan sesuai harapan. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.















