Hobi perkutut Kalimantan Selatan tahun 2026 resmi dimulai. Menandai babak awal agenda Pengwil P3SI Kalimantan Selatan, digelar kegiatan bertema Liga Perkutut Kal-Sel #1 yang dihelat pada Minggu, 08 Februari 2026. Menempati lokasi di Lapangan Perkutut Batu Gunung Mulia Banjarbaru.

Bisa dikatakan bahwa, Liga Perkutut Kal-Sel #1 ini bukan sekedar sarana silaturrahmi dan ajang pamer sang orbitan, tetap menjadi babak baru perkembangan hobi perkutut di wilayah ini. Hobi perkutut di Kalimantan Selatan tahun 2026 menjadi penting karena banyak produk dari Jawa yang masuk.

Jumlah yang terdeteksi bukan dalam hitungan jari, tetapi sudah mencapai puluhan ekor. Kehadiran produk Jawa ini yang akan memberikan dampak cukup besar. Apakah produk Jawa ini mampu menumbangkan perkutut asli “buatan” peternak setempat atau bahkan bisa terjadi sebaliknya.
Kenyataan inilah yang membuat liga perdana ini benar-benar menjadi agenda yang langsung direspon positif oleh kung mania. Dari catatan panitia, seluruh kelas yang dibuka (Kelas Dewasa Senior, Dewasa Yunior dan Piyik Hanging), penuh sesak. Seluruh tiket yang disediakan ludes diserbu peserta.

Kalaupun ada tiket yang belum terjual, namun jumlahnya sangat minim. Malam menjelang pelaksanaan, kelas Dewasa Senior masih menyisakan 3 tiket. “Peserta semua kelas sudah penuh, tiket yang kami sediakan habis terjual,” terang Henny Sutanto panitia bagian pendaftaran.

Lebih lanjut disampaikan bahwa gelaran ini seakan menjadi sinyal bahwa antusias kung mania untuk mengikuti kegiatan ini luar biasa. Peserta yang hadir tidak hanya dari Banjarbaru saja, tetapi dari luar kota, seperti Banjarmasin, Gambut, Kandangan, Barabai, Batu Licin, Binuang dan daerah lain.

“Alhamdulillah gelaran Liga Perkutut Kal-Sel putaran 1 banyak yang mendukung. Hal ini saya lihat peserta semua kelas penuh,” terang Nurhalis Madjid selaku Ketua Pelaksana. Lebih lanjut disampaikan bahwa kenyataan ini menjadi sinyal bahwa hobi perkutut di Kalimantan Selatan sudah mengalami perkembangan yang menggembirakan.
“Saya senang melihat rekan-rekan yang masih tetap semangat mendukung semarak hobi perkutut di Kalimantan Selatan,” sambung Nurhalis. Dari dalam arena diinformasikan bahwa kondisi gerimis yang terjadi di awal acara, tidak sempat membuat panitia membatalkan gelaran liga.

“Awal acara sempat terjadi gereimis, namun kami tetap harus melanjutkan acara, karena kondisi tersebut tidak sampai menggangu jalannya penjurian,” terang Rudy Supriyadi selaku tuan rumah sekaligus Ketua Bidang Penjurian pengwil P3SI Kalimantan Selatan. Diakui bahwa gerimis memang sempat menggangu perebutan podium juara.

Sang orbitan yang sudah berada di atas kerekan dangantangan, sepertinya tidak mampu mendongkrak performanya karena tidak ada panas matahari sebagai salah satu yang bisa membuatnya bisa panas. Namun, memasuki babak keempat, cuaca berubah panas dan saat itulah para peserta berubah tampil garang.

Satu sama lain berusaha mempertontonkan kualitas terbaiknya di hadapan para juri yang bertugas. meski hanya tersisa satu babak, hal itu benar-benar dimanfaatkan untuk merangsek, berusaha tampil bagus untuk memastikan podium terbaik. Sampai akhirnya, babak akhir benar-benar usai dan seluruh peserta harus menyudahi penampilan. Siapak sajakah yang akhirnya ditetapkan sebagai peraih juara, simak dalam daftar kejuaraan.















