Akhirnya, pesta akbar kung mania Lombok harus berakhir. Liga Perkutut Lombok 2025 yang selama ini menjadi ajang silaturrahmi antara peternak, pelomba dan perawat di Lombok dasn sekitarnya, sudah memasuki masa akhir. Agenda yang sudah memasuki seri 8 ini dinyatakan berakhir di tahun 2025.

Artinya pula bahwa Lapangan Taman Batu Gita Praya yang selama ini menjadi pusat kegiatan kung mania, untuk sementara akan mengalami kekosongan, sebelum agenda berikutnya tergelar lagi. Seri penutup kali ini digelar oleh Pengda P3SI Loteng (Lombok Tengah) yang diketuai oleh H L M Haitami sebagai nahkoda baru.

Posisi tersebut menggantikan ketua sebelumnya yakni H L Herja. Gelaran akhir ini tetap berlangsung semarak dan penuh persainan ketat di semua kela yang dilombakan. Satu sama lain berusaha tampil maksimal untuk memastikan dirinya sebgai peraih podium terbaik pada kelas yang diikuti.

Tiga kelas yang dibuka yakni Kelas Dewasa Senior, Kelas Dewasa Yunior dan Kelas Piyik Hanging, penuh sesak oleh peserta. Kondisi ini meniadi bukti nyata bahwa semangat kung mania untuk terus mendukung, liga, masih tetap tinggi dan penuh semangat yang tidak pernah pudar.

Bahkan dengan tegas HL M Haitami mendukung penuh semangat tersebut dengan janji yang disampaikan. “Kedepan saya akan berusaha mencoba inovasi baru agar Liga Perkutut Lombok semakin meriah dan seru,” janji H L M Haitami sebagai najkoda baru. Untuk saat ini HL M Haitami memfokuskan hajatan nasional yaitu Liga Perkutut Indonesia di Lombok.

Rencananya LPI akan diselenggarakan pada 1 dan 2 November 2025. Membludaknya peserta menjadi berimbas pada perebutan posisi kejuaraan. Di Kelas Dewasa Senior Texas amunisi Batur Team Duntal Residen Praya ternakan Jupiter kembali merajai puncak singgasana setelah sempat ngadat di seri sebelumnya,

Hari ini kembali menggila menunjukkan kepiawaiannya. Disusul oleh Vektor andalan Teguh R Praya ring Bani 678 yang mulai merangsek kepodium dua. Dan tempat ketiga dimenangkan oleh Brewog orbitan Suwardi Mataram ring ASM. Cuaca yang panas terik dan diselingi mendung tidak mengurangi kompetitifnya lomba.
Di Kelas Dewasa Yunior, kembali burung new comers asuhan Dwipa Team bernama Putri mandalika berhasil memimpin diposisi 1, disusul Denjaka milik Budianto jagoan gaek diposisi 2 dan Satrio orbitan baru Yulianto yang comeback dengan gaco barunya perkutut produk JBM,

Di Kelas Piyik Hanging BLT kembali menampilkan pendekarnya dipodium 1 yakni Brodin amunisi SLB Sekar Bile dan 3 yaitu Agung andalan SLB Sekar Bile. Untuk posisi 2 berhasil disabet oleh gaco tuan rumah Amin yakni Lucky Laky dengan hasil ternaknya sendiri. Saling support dan motivasi para gacoan masih menjadikan Liga Perkutut Lombok sebagai salah satu wadah dan sarana silaturahmi.

Dan juga jadi ajang pamer gacoan dan petarung terbaik oleh para penggemar perkututan di Lombok. “Kami panitia dan pengurus berusaha sebaik mungkin,menjadikan liga sebagai ajang silaturahmi,sarana dan wadah berkompetisi dan pengetahuan untuk para kungmania di bidang seni suara,” sambung H L M Haitami.
Lebih lanjut disampaikan bahwa semoga semua pihak bisa saling dukung, saling support karena perkututan ini adalah wadah dan sarana kita yang harus dibangun dengan kerjasama semua pihak, agar event tetap digelar,dan meriah.

“Mari bersama kita jaga dan pelihara sebagai suatu warisan budaya,” terang L Didit Patria panitia dan ketua Pengwil. Disampaikan juga permohonan agar semua pihak untuk mendukung gawe nasional LPI agar sukses, sehingga Lombok bisa jadi tuan rumah yang baik, siap dan dikenal hangat serta bisa kerja sama.
Karena ini gawe bukan milik perorangan, tapi milik bersama yakni Lombok khususnya dan nasional umumnya. Tanpa saling menjinjing dan bahu membahu akan mustahil dan kedepan ditakutkan tidak adanya lagi wadah dan saran kalau tidak kita yang memelihara. Dan diakhir lomba panitia juga mengucapkan maaf atas kekurangan dan terima kasih atas semua pihak yg mendukung dan menyukseskan gawe ini.















