Sekitar dua belas blok peserta (Dewasa Senior 1 blok, Dewasa Yunior 1 blok, Piyik Bebas 4 blok, Piyik Yunior 4 blok dan Piyik Hanging 2 blok) ikut meramaikan gelaran Liga Perkutut Madura, dengan tema Penganugerahan Jawara 2025 yang dihelat pada hari Minggu 21 Desember 2025.

Lapangan Pacuan Kuda Kemayoran yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan, penuh sesak oleh serbuan peserta yang datang dari wilayah Pulau Madura dan juga luar kota. “Hari ini kami menggelar kegiatan Liga Perkutut Madura, Penganugerahan Jawara 2025. Semoga acara berlangsung sukses dan lancar,” terang Abdul Wahid selaku Ketua Pelaksana.


Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda pamungkas liga yang sudah berlangsung selama 1 tahun penuh dari satu pengda ke pengda yang lain di Pulau Madura. Artinya bahwa ajang ini adalah partai terakhir di tahun 2025 dan akan kembali dihelat pada tahun berikutnya yakni 2026..

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik pengurus LPM, Pengurus Pengda Bangkalan, panitia dan juga para sponsor yakni Djarum 76. H.Abd.Aziz, Ketua Liga Perkutut Madura dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan liga berjalan sesuai harapan.

“Alhamdulillah seluruh pelaksanaan liga yang dilaksanakan dari satu kota ke kota lain berjalan sesuai harapan, tidak ada kendala. Ini semua berkat dukungan dari semua pihak,” jelas H.Abd.Azis. Seperti pada pelaksanaan acara sebelumnya, breifing menjadi rutinitas yang terus dilakukan.


Mengawal acara kumpul bareng juri, pengurus dan panitia, Siswoko Raharjo Koordinator juri Liga Perkutut Madura menekankan untuk tetap menjaga marwah juri. “Saya harap juri bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak sampai merusak citra juri itu sendiri,” tegas Ketua Bidang Penjurian P3SI Pengda Bangkalan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa koordinasi harus terus dilakukan untuk mensingkronkan penilaian dalam menentukan posisi kejuaraan. Dalam gelaran kali ini Siswoko memulai sebuah keputusan bagi dewan pengawas untuk menilai kinerja koordinator dan dewan juri dengan cara mencatat kinerja mereka setiap babak.


“Saya tekankan agar dewan pengawas mencatat setiap babak bagi nomor yang mendapatkan nilai 3 warna usulan ke atas. Catat nomor kerekan, koordinator dan dewan juri, setelah acara serahkan ke kami,” tegas Siswoko lagi. Arahan dilanjutkan Ir.H.R.Moch Mahmud, Wakil Ketua Bidang Penjurian P3SI Pusat.

“Maksud dari breifing ini sebagai introspeksi dan penyemangat untuk menjalankan tugas dengan baik. Juri harus paham dan wajib tahu aturan AD/ART serta Pakta Integritas agar bisa menjadi profesional,” jelas pemilik CTP Bird Farm Bangkalan. Moralitas juri yang berkeadilan dalam memutuskan menjadi bukti seorang yang profesional.


Koordinasi harus menjadi teladan, saling memberikan dukungan. Artinya bahwa ketika menjadi seorang juri, tugasnya bukan saja pada posisi tersebut. Bahasa tubuh tidak henti-hentinya diwajibkan untuk dilakukan. Ada yang menganggap bahwa tubuh menjadi hal sepele, namun sebenarnya sangar penting dan efektif untuk meredam komplain.


Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa persaingan perebutan podium juara berlangsung dalam kondisi yang sangat sengit. Meski gelaran kali ini tanpa poin, namun tidak menyurutkan antusias pasa jawara yang berada di atas kerekan dan gantangan untuk tetap tampil fighter menunjukkan kelasnya sebagai yang terbaik.

Dukungan cuaca kolaborasi panas dan mendung membuat suasana makin sengit. Satu sama lain ingin menampilkan performa terbaiknya di depan para juri yang bertugas. Cek ring masih menjadi agenda yang tidak pernah terlupakan. Usaia acara penjurian seluruh peserta yang masuk nominasi dilakukan pengeceak ring untuk memastikan kepemilikan ring P3SI.


Cek ring dilakukan langsung oleh team juri, dibantu oleh panitia dan dewan pengawas yang kebetulan bertugas hari itu. Pada saat yang sama pula, seluruh juri yang bertugas, harus menyerahkan alat komunkasi mereka (hand phone) untuk dikumpulkan jadi satu bersama juri lain. Seluruh alat komunkasi ini dimasukkan dalam box tertutup, sehingga selama pelaksanaan acara, juri tidak menggunakan dan memabwa alat komunikasi.

Dalam kegiatan ini juga diberikan penghargaan untuk para jawara yang telah bertarung selama delapan putaran lga. Pe,berian trophy miniature jembatan suramadu mendaptakn apresiasi luar biasa dari peserta. Mereka mengaku salut dan bangga dengan apa yagn sudah diberikan panitia Liga Perkutut Madura.


“Ini baru apresiasi untuk para pemenang, trophy miniature jembatan suramadu yang di desain dengan sangat anggun dan mempesona. Saya yakin seluruh peserta pasti bangga menerimanya,” terang Imam peserta asal Sampang Madura.


Beberapa pserta lain, juga memberikan komentar yagn sama. Usai penyerahan tropy juaa, panitia akhirnya memberikan hadiah untuk pemenang liga, juga dimasing-masing kelas yang dilombakan. Siapa sajakah yang akhirnya dinobatkan sebagai juara. Simak dalam tabel kejuaraan berikut ini.














