Minggu, 30 November 2025, Lapangan PR. dona Diana Lenteng Barat Lenteng Sumenep, diramaikan oleh kehadiran para pemburu juara. Mereka hadir dalam rangka memenuhi undangan panitia Liga Perkutut Sumenep Putaran 8. Cuaca cerah yang diharapkan bisa hadir, ternyata tidak terealisasi.

Mendung gelap mengawal pelaksanaan acara dari awal hingga akhir. Bahkan detik-detik menjelang berakhirnya penjurian di babak akhir, mendung semakin pekat dan berubah jadi jatuhnya air dari langit. Hujan turun saat penjurian babak keempat akan selesai 5 menit lagi. Setidaknya proses penjurian bisa dikatakan selesai.

Kondisi tersebut menyebabkan acara cek ring yang biasa menjadi rutinitas usai penjurian tidak bisa dilaksanakan. Mendung gelap yang terjadi selama proses penjurian memang berimbas pada orbitan yang berada di atas kerekan dan gantangan, kurang maksimal dalam mempertontonkan kemerduan suaranya.

“Alhamdulillah acara lomba Liga Perkutut Sumenep Putaran 8 hari ini, berlangsung lancar dan sukses meski ditemani mendung dan akhirnya hujan di akhir babak keempat. Kami sudah berusaha untuk melakukan upaya, namun alam berkehandak lain,” jelas Halili HR selaku Ketua Pelaksana.

Lebih lanjut disampaikan bahwa agenda ini merupakan rangkaian program Pengda Sumenep untuk menyemarakkan hobi perkutut di wilayahnya. Dukungan besar juga diberikan oleh peserta pada panitia dengan hadir ikut ambil bagian dalam keseruan acara. Empat partai yang dilombakan penuh sesak oleh peserta.

Di Kelas Dewasa Bebas diikuti oleh 1 blok peserta, Kelas Piyik Bebas 2 blok, Kelas Piyik Yunior disesaki oleh 3 blok dan Kelas Piyik Hanging diramaikan oleh 2 blok peserta. Jumlah tersebut sebenarnya bisa bertambah andai panitia masih membuka kesempatan kepada kung mania untuk menjadi peserta.
Namun keterbatasan lokasi dan waktu yang mepet saat aliran pendaftar masih berlangsung, akhirnya keputusan menutup waktu menerima peserta. “Ada beberapa rekan-rekan yang akhirnya kami tolak karena lokasi terbatas dan waktu mendaftar terlalu mepet, sehingga persiapan tidak bisa dilakukan secara maksimal,” terang Ustadz Rifki selaku panitia pendaftaran.

Disampaikan juga bahwa angka yang didapat panitia sudah terbilang bagus karena melebihi ekspektasi panitia. “Padatnya acara lomba, baik di Sumenep ataupun Madura sempat membuat kami khawatir dengan jumlah peserta, namun ternyata tidak terjadi, pendaftar tetap ada dan bahkan banyak dari prediksi kamu,” sambung pemilik Rhona Bird Farm Bluto Sumenep.
Ditambahkan pula bahwa membludaknya peserta berkat dukungan kung mania pemula yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Dari data yang masuk, peserta tidak hanya datang dari Sumenep saja, tetapi diserbu oleh kung mania Pamekasan. Doorprize berupa emas dan 1 ekor kambing menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya dukungan dari peserta.

Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa persaingan perebutan posisi kejuaraan berlangsung seru dan penuh aksi dramatis. Empat babak penjurian berlangsung sukses dan lancar tanpa kendala. Untuk podium pertama di Kelas Dewasa Bebas berhasil menjadi milik Joktole amunisi H.Syaiful Ottoman Karanganyar Sumenep produk ternak WI yang dikerek pada nomor 20.

Disusul kemudian Ruby Star andalan Dede Primarasa Bandung perkutut ternakan Ababil yang menempati nomor kerekan 14 dan tempat ketiga diraih oleh Sangkuriang orbitan H.Amir Talango, ternakan Cakra yang dikerek pada nomor 16. Di Kelas Piyik Bebas, Land Cruiser amunisi Dede Primarasa bandung, ring Altaduriga yang dikerek pada nomor 77 ditetapkan sebagai juara pertama.
Urutan kedua ada Jati Suara andalan H.Syaiful Ottoman Karanganyar Sumenep produk ternak Ottoman yang dikerek pada nomor 63. Dan ditempat ketiga diraih oleh Raja Bintang orbitan Ustadz Bahri Jelbuten Dasuk ring SKW yang dikerek pada nomor 66. Di Kelas Piyik Yunior, podium pertama berhasil menjadi milik Adi Putro, amunisi Heru NHD Sumenep bergelang Putra Mandiri yang dikerek pada nomor 188.

Disusul kemudian Turbo andalan H.Fais/Salam Pasongsongan ternakan SKW yang menempati nomor kerekan 198 pada urutan kedua. Dan tempat ketiga dimenangkan Surya 16 orbitan Rusdi AGF Gili Genting produk AGF.yang dikerek pada nomor 146. Di Kelas Piyik Hanging, ada Pancawati amunisi Asyari/Abu Parasanga Sumenep, ring Jasika yang digantang pada nomor 87 sebagai peraih podium pertama.

Diurutan kedua ada Gomblo andalan Imam Photografi Dasuk Sumenep, ternakan Benita yang digantang pada nomor 92 dan Rupiah orbitan K.Moh Zainul Kalianget, ternakan Bintang Surya yang digantang pada nomor 23. Diakhir acara, panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan pesergta. Permintaan ma’af disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.















