Agenda Liga Perkutut Indonesia 2026 sudah resmi di ketok palu dalam acara Rapat Kerja Nasional P3SI Pusat di Bekasi pada Sabtu malam, 06 Desember 2025. Kung mania akan kembali berjibaku dalam pertarungan perebutan podium juara di masing-masing kelas yang akan dibuka. Ada 10 putaran yang akan digelar.

Agenda perdana akan dimulai pada 12 April 2026 di Madiun dengan tema Cinta Satwa Cup. Ada rentang waktu yang cukup bagi para pemburu juara untuk melakukan persiapan menjelang pelaksaan nanti. Setidaknya mereka bisa mengumpulkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama agenda sudah mulai digelar.
Yang menarik dari kegiatan ini adalah bahwa Madura memboyong empat agenda sekaligus. Empat Pengda yang ada di Pulau Garam (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) mendapatkan jatah liga. Even perdana Liga Perkutut Indonesia di Madura akan digelar oleh Pengda P3SI Sampang pada 31 Mei dengan tema Trunojoyo Cup.

Berikutnya 09 Agustus bergeser ke Bangkalan dengan gelaran Cakraadiningrat. Untuk gelaran ketiga yakni Pengda P3SI Sumenep yang akan dilaksanakan pada 11 Oktober lewat agenda Pariwisata Cup dan Pengda P3SI Pamekasan mendapatkan jatah pada even pamungkas yakni Kejurnas Cup yang akan digelar pada 15 Desember.
Untuk kepengurusan Pengda di Madura saat ini, Sampang di bawa pimpinan H.Hasan Hanafi menjadi daerah yang belum pernah merasakan bagaimana menjadi tuan rumah. Bangkalan di bawa kendali Ir.H.R.Moch.Mahmud, sudah pernah menjadi tuan rumah pada 2025 lalu lewat gelaran bertajuk Cakraadiningrat.

Begitu juga dengan Pamekasan dibawah kepemimpinan H.Abd.Azis sudah sering menjadi penyelenggara even berskala nasional. Beberapa gelaran seperti Bawang Emas Cup dan Sekar Anom, adalah deretan agenda Liga Perkutut Indonesia yang pernah diselenggarakan oleh Pengda P3SI Pamekasan.
Pengda P3SI Sumenep di bawah pimpinan Kades H.Matsin juga pernah meramaikan agenda Liga Perkutut Indonesia. Artinya dari ketiga Pengda di Madura, sudah memiliki pengalaman dan rekam jejak sebagai penyelenggara even nasional. Tentunya secara persiapan, mereka pasti akan siap untuk menjadi tuan rumah Liga Perkutut Indonesia untuk yang kesekian kalinya.

Berbekal pengalaman sebelumnya, pastinya Pengda Bangkalan, Pengda Pamekasan dan Pengda Sumenep sudah memiliki beberapa catatan, bagaimana kegiatan 2026 nanti bisa tergelar dengan lebih baik. Apa yang harus dibenahi dan apa pula yang harus dihindari, akan menjadi evaluasi oleh penyelenggara berikutnya.
Lantas, bagaimana dengan Pengda P3SI Sampang. Mujiburrahman, Wakil Ketua Pengda P3SI Sampang mengaku siap dan memang sengaja minta jatah Liga Perkutut Indonesia untuk tahun 2026. “Jatah LPI 2026 untuk Pengda Sampang berdasarkan usulan pengurus, kami memberanikan diri sebagai tuan rumah,” terang Wakil Ketua Pengda Sampang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa semua ini adalah keinginan untuk menjadikan Sampang sebagai daerah yang juga bisa menggelar even level nasional. Secara persiapan, tentunya pengurus sudah melakukan upaya agar pelaksanaan bisa sesuai harapan. “Kami sudah melakukan langkah-langkah dan survei lokasi yang akan dipakai. Sudah ada tiga calon lokasi yang kami bidik,” sambung Mujib.

Komunikasi dengan beberapa pihak untuk mendukung kegiatan tersebut, juga sudah dilakukan. Konsep pelaksanaan nanti tentu juga akan menjadi fokus bagi pengurus dan juga penyelenggara, seperti menyesuaikan antara tema gelaran yang Tronujoyo Cup dengan trophy yang akan disediakan sehingga ada keterkaitan.
“Kami berusaha membuat konsep gelaran yang menyesuaikan antara tema dan item-item lain, semisal trophy, sehinnga antara tema dan pelaksanaan bisa identic. Saya kira persiapan terbilang cukup untuk menyongsong kegiatan akbar nanti,” ungkap Mujiburrahman lagi.














