Mila Bird Farm adalah satu diantara sekian peternak yang berada di Pademawu Pamekasan. Eksistensinya tidak perlu diragukan lagi meski produk yang dihasilkan belum begitu populer. Maklumlah, perkutut bergelang Mila lebih banyak dan mayoritas diambil alih kepemilikannya oleh kung mania pinggiran dan juga pemula, sehingga jarang diorbitkan pada gelaran yang sepadan.

Padahal secara kualitas, tidak memalukan. Dari beberapa produk yang sudah orbit di tangan kung mania, raihan bendera tiga warna menjadi catatan yang pernah diperoleh. Bahkan ada juga yang sudah menyentuh angka tiga warna hitam. Namun sekali lagi, karena para pengorbit lebih “kerasan” turun di arena lokal dan regional Pamekasan, maka prestasinya tak mampu terdongkrak.
Namun demikian Harun Nirwana sang pemilik tidak pernah kecewa dengan apa yang terjadi. Bagi Harun Asmara, apapun yang terjadi, itulah perjalanan hobi yang harus diterima. “Bagi saya apapun hasil yang didapat harus selalu disyukuri, mau bagu ataupun jelek, yang penting tetap setia menekuni hobi,” terang Harun mengawali obrolan.

Sebab yang pasti, dunia ternak perkutut tidak bisa dinalar secara logika dan tidak bisa dipaksakan harus selalu berhasil menghasilkan anakan yang berkualitas sesuai harapan. Peternak seperti dirinya hanya bisa berusaha dan berdoa, disamping menyediakan materi yang dinilai bagus dan cocok untuk dikembangkan.
Pemikiran itulah yang menjadikan nama MiLA Bird Farm sampai saat ini masih tetep hadir memberikan warna pada perjalanan hobi perkutut di Pamekasan dan Indonesia. Di lingkungan kung mania, MILA bukan sekedar peternak perkutut semata, tetapi lebih dari itu jadi “bengkel” bagi mereka.

Harun Asmara selama ini di kenal tidak hanya mampu menjadi mekanik bagi burung-burung bermasalah, ternyata bisa menjadi solusi bagi kung mania ketika menghadapi persoalan seputar hobi perkutut. Profesi mekanik yang dimaksud adalah, ketika ada burung macet, sakit dan persoalan lain, biasanya rekan-rekan yang mengenalnya langsung menjadikan Harun Asmara sebagai jujukan untuk menyelesaikan dan mencarikan solusi.
“Kalau ada teman-teman yang punya masalah dengan burungnya, biasanya dibawa kesini untuk dicarikan solusi dan Alhamdulillah, bisa saya tangani,” sambung Harun. Bahkan proses yang terjadi, tidak butuh waktu lama. Beberapa pengalaman yang terjadi, ada burung yang macet tidak produksi cukup lama, ketika dibawa ke markas MILA, ternyata masalah itu langsung ada solusi.

Begitu juga, jika ada burung rusak, padahal sebelumnya merupakan burung bagus, setelah mondok di MILA, burung perlahan kembali pulih. Kasus lain, burung yang tidak mau berjodoh padahal itu merupakan jodohan ideal (menurut versi pemilik), setelah berada di tangan Harun Asmara, akhirnya menjadi pasangan yang melangsungkan perkawinan tanpa kendala.
Tidak itu saja, talenta lain yang dimiliki Harun adalah spesialis pembuat kandang ternak dan juga mampu memperbaiki kandang yang rusak dan kurang ideal. Pengerjaan bisa dilakukan ditempat pemesan ataupun ditempat MILA Bird Farm. Bahkan Harun juga menerima renovasi sangkar rusak akibat jatuh ataupun kondisinya sudah tidak aman digunakan akibat usia.

Selama ini Harun mengaku, tidak pernah menargetkan soal bandrol yang harus dibayarkan. “Saya tidak pernah narget, yang penting ikhlas,” ungkap Harun. Kenyataan itulah yang menjadi salah satu penyebab Harun banyak menerima job, meski kadang pembayaran telat. Selama itu pula Harun tidak pernah mempermasalahkan. “Ada yang minta tolong kesana, setelah saya kerjakan, ternyata tidak langsung dibayar, tapi saya tetap diam saja,” ungkap Harun lagi dengan nada tawa.














