Hadir dalam senyap dan menyerang tanpa dirasakan lawan dan akhirnya mengakhiri pertarungan sebagai pemenang. Itulah yang dilakukan Napoleon, amunisi Team Prosper 1234 Bandung. Turun dalam gelaran Liga Perkutut Madura Putaran 3 yang menjadi hajatan Pengda P3SI Pamekasan, pada Minggu 25 Mei 2025.

Turun di Kelas Piyik Bebas pada nomor kerekan 174, perkutut ternakan Jasika mampu meredam aksi dan serangan lawan yang mencoba mengobrak abrik kekuatan peserta yang bertarung pada kelas yang sama. Lapangan Kowel Pamekasan, lokasi yang dipilih sebagai arena konkurs seakan menjadi saksi bagaimana performa yang dipertontonkan sang Napoleon.
H.Abdul Latif sang komandan team mengaku bahwa turun konkurs sebenarnya bukan adalah tujuan utama. “Kami datang ke setiap konkurs bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi untuk silaturahmi dengan saudara sesama penghobi,” terang H.Abdul Latif. Lebih lanjut disampaikan bahwa membawa perkutut untuk dilombakan adalah cara yang diambil agar hobi bisa tetap tersalurkan.
Soal target juara, Team Prosper tidak pernah menjadikan sebagai acuan untuk selalu diraih. Namun demikian bukan berarti tidak ada tindakan yang diambil agar peluang untuk bisa menjadikan amunisi orbitan bisa meraih kemenangan. “Setiap konkurs kami tentu punya keinginan untuk bisa membawa pulang kemenangan, makanya kami selalu persiapkan burung-burung agar bisa sesuai harapan,” ungkap H.Abdul Latif.

Seperti yang terjadi dalam tarung di Pamekasan. Team Prosper 1234 mengaku bahwa pilihan turun lomba di Madura adalah ajang yang penuh dengan tantangan. Madura dikenal sebagai kandang macan yang memiliki petarung hebat. Burung yang turun disini bukanlah orbitan biasa, tetapi sudah memiliki reputasi.
Perkutut level atas nampaknya pas dan cocok untuk disematkan pada para peserta. Sehingga untuk bisa merangsek menuju podium paling depan, harus dilakukan dengan maksimal agar apa yang diinginkan bisa menjadi kenyataan. Napoleon yang diberangkatkan dari Bandung menuju Pamekasan Madura, jelas adalah sebuah perjalanan panjang dan melelahkan.
Namun masih dengan semangat yang tinggi, Team Prosper 1234 tetep berusaha untuk hadir meski harus dilakukan dengan perjalanan yang melelahkan. Piyik Bebas menjadi pilihan kelas. Pada nomor kerekan 174, perkutut satu ini awalnya tidak memberikan harapan. Pasalnya raihan bendera dua warna.
Namun siapa sangka, memasuki babak kedua, Napoleon meningkatkan performa tarungnya menjadi tidak kali lipat. Raihan bendera tiga warna hitam, seakan mengisyaratkan kebangkitan Napoleon. Sampai akhirnya peluit tanda babak kedua dibunyikan dan Napoleon masih bertahan dengan nilai tiga warna hitam.

Hasil yang memberikan harapan. Babak ketiga dimulai, Napoleon kembali tampil garang. Performa inilah yang membuat pasukan Team Prosper 1234 merasa yakin bisa mencapai hasil bagus. Diakhir babak ketiga, raihan bendera yang sama kembali didapat. Hasil itu berlangsung sampai babak keempat.
Akumulai nilai inilah yang akhirnya menggiring Napoleon ke podium pertama. “Tidak sia-sia kami Team Prosper 1234 jauh-jauh dari Bandung bertandang ke kandang macan dengan hasil yang menggembirakan,” terang H.Abdul Latif. Lebih lanjut disampaikan bahwa LPM mempunyai nilai lebih dalam konkurs nasional karena burung-burung yang bertarung merupakan burung terbaik.
“Alhamdulillah Team Prosper masih menunjukkan eksistensi tetep di podium juara pertama di Kelas Piyik Bebas,” ungkap H.Abdul Latif. Selain Napoleon, Team Prosper 1234 juga berhasil meloloskan amunisi lain yakni Nagabonar produk ternak MPG di Kelas Dewasa Senior pada peringkat keenam dan Black Mamba ternakan IMR pada urusan ke delapan di Kelas Dewasa Senior.














