Ada kalanya seorang peternak tidak hanya berusaha menjual produk ternaknya, tetapi ada keinginan juga mengorbitkan sendiri. Setidaknya dengan mengorbitkan produk sendiri, dia bisa sekaligus menyalurkan hobi secara lengkap. Namun, harapan dan keinginan tersebut kadang tidak bisa menjadi kenyataan.

Ada saja faktor yang menyebabkan mengapa kondisi itu terjadi, semisal karena tidak ada produk yang bisa diajak jalan-jalan ke lapangan karena habis terjual alias laku keras. Kenyataan ini memang menjadi sebuah kabar yang tidak sedikit dialami peternak. Semisal Achmad Zainul Hasan Pamekasan.
Sebagai salah satu peternak yang sudah eksis, Achmad Zainul mengaku beberapa tahun belakangan ini, tidak sempat hadir ke lomba burung karena ingin menyudahi hobi yang sudah lama ditekuninya. “Saya memang jarang ikut lomba, bukan karena sudah bosan atau tidak mau lagi turun ke lapangan,” terang pria yang akrab dipanggil Mat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa karena tidak ada produk ternaknya yang bisa dibuat lomba, maka tujuan ke arena untuk sementara ditinggalkan. “Produk anakan ternak saya banyak yang laju, bahkan saya kadang gak sempat menyisakan, sekedar buat lomba. Semua langsung laku, baik yang jantan ataupun betina,” sambung pria kelahiran tahun 1973 lalu.
Disampaikan juga bahwa rata-rata usia anakan yang laku berada diangkat 2 sampai 3 bulan. Bahkan hampir setiap hari, ada saja pembeli yang mendatangi kandang Putra Panorama untuk mencari burung. “Hampir tidak hari saya pasti ada pembeli ke rumah. Bahkan saya pernah ada pembeli yang langsung memborong sebanyak 37 ekor sekaligus,” ungkap pengusaha di bidang entertainment.

Namun demikian, produk yang dilepas memang dibandrol dengan harga terjangkau. Achmad mengaku, biasanya pembeli membawa burung dalam harga borongan tanpa pantau. Tidak sedikit pula ada pembeli yang tetap melakukan transaksi dengan sistem pantau. Dan selama ini pembeli merasa puas, hal ini dengan tidak adanya komplain atau burung dikembalikan setelah dibeli.
Ludesnya produk bergelang P2RM diakui karena kualitasnya yang tidak mengecewakan. Jika melihat rekam jejak farm satu ini, bahwa ketika itu tidak sedikit amunisi lapangan yang berhasil orbit dengan prestasi membanggakan, bergelang P2RM atau Panorama. Sebut saja Panorama, Dua Putra Panorama, Satu Hati, Bangkit Kembali, Pandan Wangi, Seruling Emas, Mas Bro dan sederet nama lain.

Sebagai orang lama di dunia hobi perkutut, Achmad mengaku tidak bisa meninggalkan karena alasan yang sangat realistis. “Andai saya tidak hobi di perkutut, mungkin saat ini saya tidak akan bertahan, sebab beberapa kali saya sempat istirahat, tidak main perkutut dan akhirnya main lagi,” kata Achmad.
Sempat vakum akibat Corona pada tahun 2019 dan kembali aktif lagi pada 2022 sampai saat ini. Perjalanan hobi perkutut diakui memiliki catatan terang dan suram. Hal ini dianggap sebagai konsekuensi dari sebuah apa yang dilakukan. Suka dan duka, sedih dan gembira adalah masa yang pernah dialaminya.

“Apapun yang kita lakukan, pasti akan merasakan enak dan tidak enak. hal itu harus kita alami dan rasakan sebagai bentuk konsekuensi dari apa yang kita jalani. seperti juga dalam dunia hobi perkutut, juga pasti akan merasakan hal yang sama,” kata Achmad menutup obrolan.














