Aly Topan bersama rekan kung mania Pasuruan hadir dalam gelaran Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut GNP Cup 2 yang diselenggarakan pada Minggu, 16 November 2025. Sebelum menuju ke lokasi di Lapangan Desa Samir Kecamatan Ngunut, Aly Topan dan rekan transit di markas GNP Bird Farm Tulungagung.

Sesampai disana, ada suara perkutut yang membuatnya penasaran. Pasalnya suara itu masuk kategori burung yang selama ini menjadi incarannya. “Saya dengar ada suara burung yang selama ini memang saya cari, tapi berhubung malam, saya tidak bisa maksimal,” terang pemilik ALT Bird Farm Pasuruan.
Namun karena kondisi sudah malam, maka tidak mungkin untuk memantau lebih seksama. Namun Aly Topan sudah memasang ancer-ancer dimana posisi burung yang di maksud. Pagi hari, Aly Topan seperti biasa, hadir dalam gelaran GNP Cup 2. Tetapi pikiran masih tertuju pada suara burung yang sempat terdengar tadi malam.

Usai penjurian berlangsung, Aly Topan tidak berlama-lama di lokasi dan kembali menuju GNP Bird Farm. Tanpa menunggu waktu lebih lama, Aly Topan langsung duduk manis pada posisi dimana dia berada di malam itu. Setelah menunggu waktu agak lama, suara yang ditunggu, akhirnya muncul.
Aly Topan begitu semangat mendengar detail suara tersebut. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengungkapkan keinginan langsung pada sang pemilik yakni Galih Nusantoro. Ternyata suara yang terdengar adalah anakan dari kandang Bentley, yang banyak mengeluarkan produk unggulan.
“Bentley itu adalah burung lomba yang sudah sering juara, sekarang masuk kandang,” jelas Galih Nusantoro. Lebih lanjut disampaikan bahwa prestasi yang sudah dibukukan Bantly dalam konkurs di Liga Jateng Semarang. Bahkan dalam catatan Team GNP Bentley pernah meraih juara pertama dalam lomba di Jawa Tengah.

Ditambahkan pula bahwa Bentley merupakan perkutut yang memiliki mental lapangan, karakter pakem dan daya turun yang bagus serta di dukung volume anakan yang keluar, besar-besar. Pertimbangan itulah yang membuat Aly Topan begitu semangat untuk membawa pulang anakan kandang Bantly sebagai oleh-oleh menuju Pasuruan.
Akhirnya setelah melalui negosiasi singkat, dua ekor anakan berjenis jantan dari kandang GNP K.Bentley resmi pindah tangan. Menurut informasi, kedua jantan tersebut cocok untuk dijadikan burung lomba, namun Aly Topan lebih memilih menjadikannya penghuni kandang ternak ALT Bird Farm.
“Dua ekor jantan yang saya dapat dari Pak Galih rencana mau masuk kandang meski bisa buat lomba,” ungkap Aly Tolan. Galih Nusantoro mengaku tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. “Sebenarnya burung itu bisa buat lomba, tapi kayaknya Mas Aly Topan berminat untuk menjadikannya indukan.

Itu pilihan Mas Aly Topan,” tutur Galih Nusantoro. Sepertinya rekan Aly Topan yakni Huda juga bersemangat untuk melakukan hal yang sama. Huda nampaknya juga sudah mengincar kandang BBB. Kali ini yang diminati adalah betina. “Saya memang lagi cari dan butuh betina, makanya saya ambil betina untuk indukan,” kata pemilik Huda Bird Farm.
Satu ekor betina akhirnya meluncur ke Pasuruan. Disampaikan bahwa kelebihan dari kandang ini adalah anakan yang dihasilkan biasanya suara tebal, langkah bagus dan depan mewah. Tidak disebutkan berapa rupiah Aly Topan dan Huda harus merogoh kocek untuk mendapatkan indukan yang menjadi pilihannya.
Begitu juga dengan Galih Nusantoro, tidak mengungkapkan berapa bandrol yang dipasang. Ketika ditanya hanya tersenyum. Yang pasti untuk kandang tersebut merupakan indukan yang banyak mengeluarkan produk unggulan, terutama cocok dipakai sebagai bahan materi kandang ternak.














