Agenda demi agenda terus dilakukan Madura. Kegiatan teranyar adalah Pemantapan Tata Cara Penilaian dalam Sistem Penjurian Seni Suara Burung Perkutut Sesuai AD/ART dan Pakta Integritas yang digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di markas CTP BF Bangkalan. Menurut Ir.H.R.Moch Mahmud mengatakan bahwa latar belakang kegiatan ini adalah bahwa Madura sudah menggelar kegiatan berupa Liga Perkutut Madura sebanyak 5 kali. Dari lima penyelenggaraan mengalami hal yang sangat menggembirakan.

Antusias peserta untuk terus memberikan dukungan masih tetap besar dan tinggi. Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan harapan. “LPM sebanyak 5 kali yang sudah kita selenggarakan masih memiliki saya tarik karena selalu diramaikan oleh peserta. Tapi hasil ini jangan lantas membuat kita terlena,” terang Wakil Ketua Bidang Penjurian P3SI Pusat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan tidak selamanya akan membuat puas peserta. Untuk itulah masukan dan kritikan, selama itu demi perbaikan. Sampai saat ini tuntutan agar juri lebih berkualitas dan profesional masih tetap ada. Karena banyak juri yang perlu menambah jam terbang terutama untuk juri yunior.

Tapi kondisi tersebut jangan sampai menjadi beban dan sebaliknya jadikan sebagai penyemangat untuk bisa lebih baik, maju dan berkembang. “Pahami Pakta Integritas karena hal itu akan menjadi jalur aman agar kinerja juri bisa berada dalam koridor yang benar,” sambung Ketua Pengda P3SI Bangkalan.

Disampaikan juga bahwa ke depan, juri binaan akan bertugas setelah mengikuti kegiatan ini. Diharapkan juga bahwa regenerasi juri harus segera dilakukan karena akan banyak juri yang sudah tua akan diganti dengan yang lebih muda. “Jadi segera lakukan regenerasi karena jika tidak, kita akan putus dan hal ini sangat merugikan,” ungkap pemilik CTP Bird Farm Bangkalan.

Agenda ini juga ingin meningkatkan kualitas penjurian dengan menambah kemampuan moral juri dan perumus. Akhmad Mauludin juri nasional Sampang mengatakan bahwa kegaitsj seperti ini perlu dilakukan dengan alasan karena setelah juri-juri mengikuti diklat di Surabaya beberapa waktu, di awal-awal semangat tapi setelah itu ada kelesuan, maka perlu adanya pemantapan juri.

“Saya kira kegiatan pemantapan seperti ini akan mengembalikan semangat juri yang sempat kendor,” kelas Akhmad Mauludin. Ada hal yang perlu disampaikan yakni tentang juri yang harus bisa merumus. “Saya berharap juri bisa merumus karena saat ini ada cek ring, dimana untuk menentukan posisi 10 besar kejuaraan,” jelas Akhmad Mauludin.

Dijelaskan pula bahwa juri saat ini bisa dikatakan lebih enak dalam menyerap ilmu karena para senior mau memberikan dan menularkan ilmunya. “Terus terang saya berpuluh puluh tahun mencari ilmu kepada setiap senior. Nah, saat ini sampeyan hanya diberikan kesempatan dalam hitungan jam,” ungkap Akhmad Mauludin.

Dalam acara ini banyak materi yang dibahas, mulai teori sampai praktek bagaimana juri mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Disampaikan pula cara jitu untuk menyelesaikan setiap kendala yang sering dihadapi juri. Nara sumber yakni Akhmad Mauludin dan Sueb Bangkalan, memberikan pemaparan kepada peserta

Dengan gamblang kedua juri nasional ini menjawab detail setiap pertanyaan yang dilontarkan peserta. Moment ini menjadi ajang diskusi dan tanya jawab. Kesempatan diberikan kepada peserta untuk bertanya ataupun mengungkapkan apa yang selama ini dialami juri dalam menjalankan tugas. Diskusi dan tanya jawab berlangsung gayeng dan hidup.

Antara pertanyaan dan jawaban yang diberikan mampu menghidupkan suasana. Sesekali terdengar tepuk tangan ketika ada hal-hal yang dianggap luar biasa, lucu dan menggelitik. Tepat jam 12.00 acara dihentikan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk istirahat dan sholat. Satu jam kemudian, acara dilanjutkan.

Materi tetap mendengarkan apa yang ingin ditanyakan atau disampaikan oleh peserta. Sesi kedua ini semakin seru dan benar-benar menjadi ajang bagi peserta untuk mendapatkan ilmu secara instant. Usai acara diskusi dan tanya jawab. Dilanjutkan dengan uji kompetensi. Para peserta diberikan lembar soal untuk diisi.

Ada dua kali ujian yang diberikan kepada peserta. Akhmad Mauludin mengatakan bahwa ujian untuk menentukan kemampuan seorang juri apakah benar-benar sudah pada tahap maksimal atau belum. “Jika peserta mampu menjawab semua soal dengan benar, maka dia layak dan cocok untuk menjadi dewan juri,” ungkap Akhmad Mauludin.

Saat uji kompetensi, peserta benar-benar dipantau oleh panitia untuk menghindari adanya kongkalikong atau kerjasama diantara peserta. Siswoko Raharjo memantau langsung proses uji kompetensi agar tidak ada peserta yang menyontek dengan peserta lain. Di ujung acara, Akhmad Mauludin menyampaikan permintaan ma’af apabila selama acara, ada yang kurang berkenan.
“Saya bukan untuk menggurui, namun hal ini lebih kepada tugas yang harus saya lakukan. Untuk itu saya mohon ma’af apabila ada kata-kata yang kurang berkenan,” kata Akhmad Mauludin. Siswoko Raharjo juga memberikan pernyataan. “Setelah kembali dari sini, saya berharap agar juri ketika ditugaskan untuk menilai burung apa adanya. Kita punya tanggung jawab kepada sang maha pencipta atas semua yang kita lakukan,” jelas Ketua Bidang Penjurian P3SI Pengda Bangkalan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap tindakan pasti memiliki sebuah konsekuensi. Dalam kesempatan yang sama, usulan untuk menurunkan status dan grade juri kembali disampaikan. “Kegiatan hari ini adalah upaya untuk menjadikan juri lebih baik dan berkualitas. Jika kalian masih belum ada keinginan untuk maju, maka akan ada sangsi penurunan status dan grade juri,” ungkap Siswoko Raharjo.
Langkah ini diambil agar juri ada keinginan untuk lebih baik dan memaksimalkan potensi yang dimiliki dan tidak hanya diam tanpa melakukan sesuatu. Ir.HR.Moch Mahmud juga memberikan pernyataan. “Secara keilmuan, agenda seperti ini dapat meningkatkan pemahaman para juri dan perumus dalam menjalankan tugas berdasarkan AD/ART dan Pakta Integritas,” jelas Ketua Pengda P3SI Bangkalan. Diharapkan pasca agenda ini, maka juri Madura bisa menjadi sosok yang lebih berkualitas dan profesional.














