Saat ini Madura dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi luar biasa dalam mendukung semarak hobi perkutut tanah air. Dari sisi jumlah kung mania, Madura tidak bisa terkalahkan. Terlebih kegilaan kung mania-nya yang kadang sulit dinalar, menjadikan Madura sampai kapanpun tetap berada di atas.

Begitu juga dengan jadwal konkurs yang begitu padat juga menjadi fenomena yang sulit dihentikan. Sebaliknya ada catatan yang sampai saat ini belum bisa memberikan kebanggaan, adalah memiliki peternak yang sukses melahirkan jawara tanpa tanding. Meski ada beberapa farm yang sudah berhasil mendongkrak popularitas Madura di kancah perkututan tanah air.
Namun prosentase-nya belum sebanding dengan gemerlapnya hobi perkutut di Pulau Garam. Melihat kondisi demikian, salah satu aksi nyata yang mulai dilakukan adalah dengan kolaborasi antara peternak. Diharapkan dengan upaya kolaboras ini akan bisa mengakhiri kondisi dimana Madura akan segera memiliki banyak peternak dengan prestasi apik.

Dua farm yakni AKN Bird Farm Sampang terlihat menjalin kerjasama dengan CTP Bird Farm Bangkalan untuk mewujudkan impian, melahirkan produk unggulan. AKN dikenal sebagai peternak yang pernah sukses melahirkan jawara di arena konkurs. Kenyataan tersebut tidak bisa dipungkiri.
H.Moh Aksan berhasil membawa AKN ke posisi terhormat dalam rentang waktu yang cukup lama. Kehadiran jawara bergelang AKN menjadi bukti yang tidak terbantahkan bahwa farm satu ini layak menyandang sebagai peternak pencetak burung berkualitas. CTP Bangkalan kini mulai menunjukkan hasil dari proses mencari jati diri sebagai peternak berprestasi.

Beberapa perkutut bergelang CTP nampak tertulis di daftar kejuaraan. Bagaimana jika kedua farm ini melakukan kolaborasi. “Sebenarnya selama ini CTP sudah pernah menggunakan indukan bergelang AKN trah lama, saya kembangkan di kandang dan hasilnya seperti yang bisa dilihat saat ini,” jelas Ir.R.H.Moch Mahmud.
Salah satu trah dari AKN yang pernah dipakai adalah Shah Rukh Khan, Mana Lagi dan sederet nama lain. Hasilnya memang dinilai menggembirakan. CTP berhasil melahirkan produk unggulan seperti Dadung, Sayonara, Belawa Indah dan nama lainnya. Keberhasilan ini sepertinya membuat CTP untuk melakukan hal yang sama.

Ingin memberikan support pada AKN dengan harapan produknya bisa lebih bagus dan kembali ke pucak popularitas. Ketika AKN membutuhkan support materi, CTP langsung memberikan respon cepat. Sebanyak 10 pasang indukan bergelang CTP dari trah unggulan plus adik Slipknot, berangkat menuju Pengarengan Sampang, lokasi AKN Bird Farm.
“Indukan CTP yang dibawa AKN adalah pilihan dan sudah melalui seleksi, baik oleh saya sendiri ataupun Denny,” jelas kung mania yang akrab dipanggil Ra Mahmud. Terlebih adik Slipknot yang berpotensi dan menyandang sebagai perkutut prospek, sangat berpeluang membantu merealisasikan rencana AKN kembali ke puncak popularitas.
Pihak CTP mengaku bahwa support tersebut bukan berarti akan memberikan dampak lebih, namun setidaknya ada upaya untuk saling support. “Apa yang kami support untuk AKN bukan berarti akan langsung berdampak besar, tapi dengan cara ini kami berusaha untuk saling memberikan perhatian, kepedulian dan bantuan agar satu sama lain bisa saling melengkapi,” ungkap Ketua Pengda Bangkalan.

Sementara itu sebagai bentuk saling mendukung, AKN akan memberikan support pula pada CTP. “Saya ada rencana untuk dukung CTP indukan dari trah N.20,” tegas H.Moh Aksan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa indukan trah N.20 inilah yang pernah menjadikan AKN sebagai farm pencetak jawara lapangan.
Sampai saat ini trah N.20 masih menjadi incaran beberapa peternak papan atas. Menurut penuturan H.Moh Aksan ada beberapa peternak yang memburu trah N.20 sebagai materi indukan. Alasan mereka ingin mendapatkan indukan trah AKN N.20 karena kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Kelebihan trah AKN N.20 depan sama tengah yang kuat, irama dan dasar suara punya karakter,” ungkap kung mania yang juga Kepala Desa Pangarengan Sampang. Diharapkan support trah N.20 ke CTP akan memberikan dampak yang signifikan. “Ada dua betina dari trah AKN N.20 yang akan saya berikan ke CTP, semoga bisa memberikan manfaat dan dampak yang bagus untuk menghasilkan anakan berkualitas,” harap H.Moh Aksan.
Dengan kolaborasi yang saling support materi indukan, maka akan segera lahir produk kebanggaan. AKN menargetkan tahun 2026 hasil sudah bisa dirasakan. “Target saya pertengahan 2026, syukur-syukur di akhir 2026 banyak keluar bagus. Karena secara kualitas dan sistem ternak sudah benar, tinggal rejeki saja,” sambung mantan Ketua Pengda Sampang.














