Potensi yang dimiliki Kandawangan, amunisi Team JBM Malang memang tidak bisa disangkal lagi. Prestasi demi prestasi yang pernah dibukukan, seakan menyiratkan bukti kuat bahwa perkutut ternakan ABR ini adalah perkutut handal dengan kemampuan mengacak-acak pertahanan lawan.

Kemampuan sang orbitan satu ini sudah teruji dalan setiap kali turun tarung. Bukan saja diajang regional, tetapi sudah mencapai level ko kurang berskala nasional. Liga Perkutut Indonesia adalah ajang yang mampu dijadikan pembuktian atas kemampuannya. Meski harus berhadapan dengan lawan selevel, bukan halangan bagi Kendawangan untuk mundur dan menyatakan kalah.
Sebaliknya, dengah gagah perkasa, amunisi kebanggaan Team JBM ini mempertontonkan kualitasnya dihadapan juri dan lawan yang berada di kelas yang sama. Sudah tidak terhitung lagi berada koleksi kemenangan yang berhasil diraih Kendawangan saat tampil di arena konkurs. Kelas Piyik Yunior menjadi partai yang dipilih.

Rekor yang dibukukan juga tidak main-main. Liga Perkutut Indonesia 2025 Kejurnas Cup Bekasi yang digelar beberapa waktu lalu, menjadi prestasi paling anyar bagi Kendawangan. Peserta yang kebetulan turun pada kelas yang sama, harus mengakui keunggulannya. Kini, seiring perjalanan waktu, Team JBM melakukan keputusan penting yakni memilih kelas baru bagi sang orbitan yakni Kelas Piyik Bebas.
Tarung Perdana di kelas ini dijalani dalam gelaran di Malang pada Minggu 21 Desember 2025. Keputusan untuk memindahkan kelas untuk Kendawangan, ternyata menjadi sebuah pilihan tepat. Performa yang ditunjukkan tidak mengalami perubahan bahkan bisa dikatakan stabil. Kendawangan, dengan pilihan partai yang berbeda, tetap mampu mempertontonkan kemerduan suaranya.
Hasil akhir, membanggakan. Kendawangan ditetapkan sebagai peraih podium pertama di kelas Piyik Bebas. “Alhamdulillah, turun perdana di kelas yang baru, Kendawangan masih kebagian juara pertama Kelas Piyik Bebas. Hasil yang harus kami syukuri,” terang Drs.Roby Harman, salah satu pasukan Team JBM. Lawan yang berusaha untuk memberikan perlawanan, tak mampu berkutik.

Keberhasilan tersebut berkat raihan bendera tiga warna hitam. Kemenangan Team JBM terasa lebih lengkap dengan deretan amunisi lainnya yang juga berhasil menembus barisan juara. Di urutan kedua ada Tangisan Rindu yang merupakan produk JBM. Juara ketiga ada Kopassus ring WA andalan Aqil Team JBM. Disusul amunisi lainnya yakni Sepurani produk ternak JBM yang sukses menembus podium keempat.
Juara kelima ada Marjan ring JBM yang berhasil meraih juara kelima. Di urutan ketujuh ada Expres produk IBO yang merupakan orbitan Team JBM. Juara 8 ada nama Sukarela perkutut bergelang WA 6090 andalan Ir.Habib H.Tarmuzi Pontianak Kalimantan Barat. Keberhasilan Team JBM memboyong kejuaraan di gelaran Malang tersebut seakan mempertegas level amunisi yang dimiliki team pimpinan H.Abdullah Mubarok Faisol.















