P3SI Pengda Sumenep, Sabtu malam menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Menempati lokasi Kantor Diskoninfo Sumenep, acara dihadiri hampir seluruh pengurus Pengcam yang ada di Sumenep. Agenda yang di bahas antara lain adalah pertangungjawaban Ketua Pengda Sumenep Kades H.Matsin.

Dalam pemaparannya menyatakan bahwa seluruh kegiatan lomba di Sumenep berjalan sesuai harapan bersama, meski ada beberapa faktor yang belum tercapai. Namun setidaknya seluruh agenda dan program sudah berjalan pada posisi yang sebenarnya. Usai laporan pertanggung jawaban, tidak ada insterupsi dari peserta yang artinya bahwa semua peserta yang hadir menerima laporan tersebut.
Dilanjutkan kemudian oleh penyusunan jadwal Liga Perkutut Sumenep untuk tahun 2026. Dalam sesion ini peserta dan juga pengurus mengalami kendala karena jadwal yang begitu padat untuk wilayah Madura. Meraka kesulitan untuk menentukan kapan tiap-tiap Pengcam bisa mendapatkan jadwal namun tidak sampai bersamaan dengan agenda lain, khususnya yang ada di daerah terdekat.

“Saat menyusunan jadwal Liga Perkutut Sumenep, kami kesulitan menyusun jadwal karena jadwal lomba terlalu padat. Semua tanggal sudah terpakai untuk untuk kegiatan lain,” ungkap Kades H.Matsin. Liga Perkutut Madura dan Liga Perkutut Indonesi 2026 yang sudah terjadwal menjadi salah satu alasan kenapa proses penyusunan untuk Liga Perkutut Sumenep sempat terjadi deadlock.

Jika pada tahun 2025, Sumenep bisa langsung menyusun agenda kegiatan sebanyak 9 putaran, kali ini baru terealisasi hanya 6 putaran. Adapun Pengcam yang sudah mendapatkan jadwal adalah Pengcam Saronggi, Pengcam Ganding, pengcam Kota, Pengcam Batang-Batang, pengcam Talango dan pengcam Dasuk.

Bahkan untuk bisa menggelar acara tersebut, beberapa liga harus dilaksanakan pada hari di luar Minggu. “Agar liga tetap berjalan, ada beberapa jadwal yang terpaksa menggunakan hari diluar Minggu, dari pada kamu tidak bisa menggelar liga,” ungkap Ketua Pengda P3SI Sumenep. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dalan satu bulan bisa terjadi dua kali gelaran.
Saat ini Liga Perkutut Sumenep baru tersusun 6 kali putaran, sementara kung mania setempat menginginkan liga bisa berjalan sebanyak 9 sampai 10 putaran. Untuk itulah pengurus sedang mengupayakan agar liga bisa tergelar sebanyak 9 sampai 10 putaran. “Kami dari pengurus Pengda sedang mengupayakan agar liga bisa tersusun sebanyak 9 sampai 10 putaran,” ungkap Kades H.Matsin.

Disampaikan pula bahwa untuk Liga Perkutut Sumenep IV 2026, ada ketentuan baru yakni evaluasi terkait dengan poindi putaran 4 sudah wajib diberlakukan mandatory fight. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tingkat kecurangan dari peserta. Langkah ini diberlakukan khusus untuk Kelas Dewasa Bebas dan Piyik Bebas.

“Setelah ada masukan dan hasil pemikiran pengurus, maka kami berharap untuk Liga Perkuttu IV tahun 2026 ini bisa berjalan lebih baik dan bagus, sehingga tingkat kepuasan peserta bisa didapat. Kami dari pengurus harus terus berbenah demi kemajuan hobi perkutut yang ada di Sumenep,” pungkas Ketua Pengda Sumenep.














