Pelan namun past, SUKI Bird Farm Burneh Bangkalan mulai menunjukkan peningkatan hasil ternakan. Dalam beberapa even yang digelar, farm milik Saluki ini selalu berhasil menembus podium juara untuk kelas perkutut usia muda yakni Piyik Hanging, baik yang diorbitkan sendiri ataupun sudah resmi menjadi mimik orang lain.

“Alhamdulillah saat ini ternak saya sudah mulai muncul bagus dan bisa juara di lapangan,” terang Saluki. Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk saat ini memang produk ternaknya baru bisa hadir di Kelas Piyik Hanging. Hal ini disebabkan karena ada beberapa indukan yang mengalami perubahan formasi.
“Kandang saya ada yang merupakan indukan baru, sehingga anaknya juga masih piyik,” sambung Suki. Formasi indukan baru ini dilakukan sebagai cara yang dilakukan karena kebutuhan yang harus direalisasikan. “Saya lagi menambah indukan baru, namun jumlahnya tidak banyak dengan tujuan agar anak-anaknya bisa lebih baik lagi,” ungkap Saluki lagi.

Indukan baru ini menjadi penghuni kandang SUKI Bird Farm yang berjumlah 42 petak. Suntikan indukan baru ini dijodohkan dengan indukan dari ring sendir. “Ada beberapa indukan luar dan saya pakai indukan dari ring sendiri,” ungkapnya. Perpaduan inilah yang memunculkan jawara bernama Pioner dan Dika yang diorbitkan Zainal Arifin Burneh Bangkalan.
Prestasi Dika tercacat sebagai pemenang runner-up dalam gelaran Liga Hanging Bangkalan #10 Pengcam Tragah. Ada juga orbitan lain Zainal Arifin yakni Tiga Cucu produk SUKI yang sukses menembus podium kedua Liga Hanging Bangkalan #8 Pengcam Labang. Produk SUKI lain yang sukses ngorbit adalah Mayor, andalan H.Hafid Burneh, pernah meraih juara pertama Piyik Hanging.

Tidak jarang pula, prestasi di barisan paling depan dalam daftar kejuaraan, menjadi hal yang dirasakan, baik oleh Saluki ataupun kung mania yang mengobitkannya. Kenyataan itulah yang membuat kung mania menjadikannya sebagai referensi dalam memburu calon amunisi lapangan. Produk paling anyar yang sukses menggapai prestasi dan membuat kung mania berusaha memilikinya adalah Putra Madura.
Dalam even Latber Malza Bird Farm Jambu Burneh Bangkalan, masih kebagian juara keempat karena kurang bunyi. Performa yang dipertontonkan dan memantau langsung suara kualitas produk yang lahir dari kandang SUKI A.1 (ABC x ABC), yang merupakan anakan pertama, membuat HR. Ali Jufri Zaini tertarik untuk memilikinya.

Sampai akhirnya deal dan resmi berpindah tangan. Ketertarikan kung mania lain yakni Andik Suripto, Ketua Pengcam Kamal yang baru. Saat berkunjung ke SUKI Bird Farm, Andik langsung membawa pulang dua ekor yakni kandang B.1 (ABC x SUKI) dan kandang SUKI B.10 (SUKI x SUKI). Usianya rata-rata masih berada di angka 2 bulanan.
Tidak disebutkan berapa rupiah yang menjadi alasan Saluki untuk melepasnya produk tersebut. Namun yang pasti, bandrol yang dipasang, tidak akan sampai membuat isi kantong menipis. “Saya tidak pernah menjual burung dengna harga mahal, yang penting orang senang, maka saya akan kasih harga terjangkau,” ungkap Suki lagi.

Disampaikan bahwa cara ini dilakukan agar produk SUKI bisa menyebar dan membuat kung mania meraa senang dan bangga untuk mengorbitkannya. Dengan formasi indukan baru ini, Suki makin yakin dan optimis bahwa produknya, pelan-pelan akan semakin menuju pada jenjang yang lebih tinggi lagi.














