Konkurs 2026 bakal segera dimulai. Pasca lebaran menjadi mode start bagi kung mania penggila lomba untuk kembali ke lapangan, menguji kualitas sang orbitan sekaligus memastikan bahwa merekalah yang paling siap menghadapi pertarungan perebutan podium juara di arena konkurs.

Libur panjang selama kurang lebih satu bulan, rasanya sudah cukup bagi kung mania untuk segera cabut dari tempat “bertapa” dan kembali memperlihatkan keunggulan sang amunisi saat bersanding dengan lawan. Saatnya juga bagi mereka untuk pamer orbitan setelah melalui proses rawatan panjang.
Sepertinya libur tanpa kegiatan selama bulan puasa, dimanfaatkan betul untuk memoles, memantau dan melakukan proses rawatan pada sang amunisi, sehingga pada saat libur tersebut berakhir, maka kesiapan untuk turun lomba lebih maksimal. Usai melakoni puasa ramadhan, waktunya bagi kung mania untuk ke luar kandang.

Moment inilah yang dinanti oleh para penggila lomba tanah air. Mereka akan kembali ke lapangan dengan target menjadi yang terbaik, memastikan bahwa sang orbitan selalu siap tampil di hadapan sang penantang dan tujuan akhir adalah membawa pulang kemenangan sebaga bukti keperkasaan sang orbitan.
Team JBM Malang adalah satu diantara sekian kung mania yang menyatakan kesiapan menuju pertarungan di konkurs 2026. Sebagai team yang memiliki reputasi bagus dalam hobi perkutut tanah air, rasanya tidak rela jika konkurs tahun ini dilewatkan begitu saja tanpa partisipasi dan prestasi.

Catatan perjalanan team yang diperkuat kung mania usia muda, selalu menghebohkan berkat hasil akhir yang selalu dicapai. H Abdullah Mubarok Syafi’i, sang pimpinan team mengaku siap menghadapi pertarungan di konkurs 2026, tentunya dengan persiapan yang sudah dilakukan jauh-jauh hari.
“Untuk konkurs 2026, in syaa Allah kami dari Team JBM sudah siap,” terang H.Abdullah Mubarok Syafi’i. Kesiapan yang dimaksud sudah maksimal, baik dari segi perawatan burung dan lain sebagainya. Team yang beranggotakan H.Abdullah Mubarok, Agil, Drs.Roby Harman, Hidayat (Dayat), Bom Bom dan Yudi, mengaku akan terus melanjutkan tren positif dalam meraih podium juara.

Secara management, Team JBM memiliki pasukan yang sudah teruji dan terbukti mampu mengantarkan sang orbitan membungkam lawan sampai akhirnya menuju ke puncak popularitas. Dalam team ini diisi oleh formasi lengkap dengan kapasitas yang dimiliki, seperti perawat, joki, pemburu calon amunisi dan spesialis lain dalam hobi perkutut.
Kelengkapan inilah yang menjadi modal kuat, mengantarkan pada target yang diinginkan. Lebih lanjut disampaikan oleh H.Abdullah Mubarok bahwa untuk konkurs 2026, Team JBM masih akan terus menurunkan amunisi yang sudah teruji pada tahun sebelumnya, seperti Mahabarata, Escobar, Tangisan Rindu dan Kendawangan.

Deretan amunisi handal inilah yang akan mereka kawal menjelajah dari satu kota ke kota lain dalam setiap konkurs yang diikutinya. Yang pasti, hanya even nasional dan lomba besar sajalah yang akan menjadi bidikan Team JBM, kecuali ketika ada alasan khusus, maka gelaran lokal bisa jadi pilihan.
Dikatakan pula bahwa selain amunisi yang sudah teruji, H.Abdullah Mubarok mengaku akan menurunkan juga calon jawara baru. Soal reputasi memang belum popular dan memiliki nama besar, namun kualitas yang dimiliki, tidak bisa dianggap enteng. Karena team ini tidak mungkin mengandalkan calon yang kualitasnya asal-asalan.

“In syaa Allah ada orbitan baru selain jago-jago lama. Secara kualitas sudah kami seleksi secara ketat, apakah layak untuk bergabung atau tidak,” sambung putra Abah Faisol Syafi’i JBM. Harapan dan keinginan Team JBM adalah bisa mengulang kembali sukses yang sudah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sudah melakukan ikhtiar lewat persiapan matang, target yang ingin dicapai adalah bisa kembali mengulang sukses. Kami serahkan semuanya pada Allah SWT untuk hasil yang terbaik,” harap H.Abdullah Mubarok. Selain amunisi hebat, formasi team yang lengkap, Team JBM juga dibekali dengan sarana pendukung.

Saat ini ada armada yang akan setia menemani mereka kemanapun dan kapanpun akan menjelakah konkurs, maka arema ini siap mengatarkan sampai tujuan. Armada yang dimaksud adalah Toyota Hiace warna putih. Armada ini memang dikhusukan untuk mengangkut semua personel dan juga sang orbitan.







































