Pangkalanbun memang daerah yang cukup jauh dari pusat kegiatan hobi perkutut di Kalimantan. Jumlah komunitas yang ada juga masih bisa dihitung dengan jari. Namun soal semangat untuk tetap menyemarakkan dan menyalurkan hobi perkutut, ada salah satu kung mania yang sampai saat ini masih tetap eksis menjadi motor di sana.

Kung mania yang dimaksud adalah Agus Pranajaya. Sosok satu ini menjadi penggerak hobi perkutut di Pangkalanbun. Berbagai aksi nyata dilakukan, mulai mengaktifkan acara latber, LadiNil, Liga sampai agenda lain. Tidak itu saja, untuk bisa menyusul ketertinggalan dengan daerah lain dalam hal kualitas burung, Agus Pranajaya tidak segan-segan untuk memburu indukan ataupun calon amunisi.
Hampir di semua tempat persinggahan, kung mania satu ini menyempatkan diri parkir sebentar untuk memantau, siapa tahu ada perkutut yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh ke Pangkalanbun. Seperti yang terjadi saat berkunjung ke Banjarmasin dalam rangka memenuhi undangan panitia Liga Perkutut Kalimantan pada Minggu, 26 Oktober 2026. Selama berada di Banjarmasin,

Agus Pranajaya berada di markas Sumo Bird Farm. Saat berada disana, tanpa sengaja ada suara anakan yang terpantau masuk kategori sebagai burung berkualitas. “Saat saya di Sumo Bird Farm, saya mantau burung dan dengar ada suara anakan bagus, saya kemudian tanya ke Mas Agus Anjar, indukan mana dan apakah mau dijual,” tegas Agus Pranajaya.
Agus Anjar Hukama yang menjadi tuan rumah menjawab sesuai keinginan sang tamu dan menunjuk lokasi kandang indukan yang dimaksud. Jawaban juga diberikan bahwa indukan tersebut bisa diambil siapapun alias dijual. Esok harinya, saat acara liga usai, Agus Pranajaya masih bertahan di Sumo Bird Farm, lagi-lagi terdengar suara anakan lain yang membuat naluri berburunya langsung bergerak.

Pertanyaan serupa kembali disampaikan dan lagi-lagi jawaban serupa terlontar. Negosiasi kedua dilakukan dan tidak ada proses alot dan sulit meski membutuhkan waktu lumayan lama untuk memastikan bahwa pilihan sudah tepat dan benar. Sampai akhirnya dari proses pantau, terjadi transaksi jebol kandang sebanyak 3 indukan Sumo Bird Farm.
Kata deal baru berlangsung tengah malam. “Kami sepakat untuk melakukan transaksi tepat tengah malam, karena harus benar-benar pas dan sesuai keinginan bersama sebelum keputusan itu dibuat,” ungkap Agus ANjar Hukama. Agus Pranajaya sendiri mengaku tidak salah dalam menentukan pilihan sebelum kata dela itu dilakukan.

“In syaa Allah saya tidak salah pilih, sebab anakan yang saya pantau, kualitasnya bisa dibuat lomba untuk even besar seperti di Jawa, makanya saya langsung jebol kandang,” ungkap kung mania yang juga juri nasional yang biasanya bertugas di posisi Dewan Juri. Adapun kandang yang berhasil di take over Agus Pranajaya adalah Kandang JINNY dengan formasi indukan jantan Sumo 981 dengan betina HWP. 50 (trah Irama Agung ).
Dari kandang ini muncul Putra Banjar yang diorbitkan Wijaya Adi Martapura sebagai peraih podium pertama Kelas Piyik Hanging di konkurs Liga Perkutut Kalimantan Selatan. Materi kandang lain yang resmi bergabung dengan Robani Bird Farm Pangkalanbun adalah Kandang SM. CCC dengan materi indukan jantan Sasa Diva 1009 X Sumo 528.

Dan Kandang SM. AAA dengan formasi indukan jantan Sasa Diva 110 dan betina Sumo 270. Agus Anjar Hukama mengatakan bahwa kepergian tiga indukan dari Sumo Bird Farm ke Robani Bird Farm tidak menjadi masalah. Selama ini management di Sumo selalu melakukan hal yang akan terus mempertahankan trah yang sudah lepas ke orang lain.
“Saya masih punya pengganti dari materi yang sudah pergi bersama Mas Agus Pranajaya. Materi fotocopy sudah disiapkan untuk menggantinya,” sambung Ketua Pengda P3SI Banjarmasin. Artinya meski ada indukan yang sudah pergi, Sumo Bird Farm tetap mempersiapkan materi yang memiliki trah sama, semisal adiknya atau kakaknya. “Generasi indukan di Sumo akan tetap ada meski sudah dijebol orang lain,” jelas Agus Anjar Hukama.














