Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Cinta Satwa Cup Caruban Madiun yang digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu, 11 – 12 April 2026, menjadi berkah tersendiri bagi Tim Chelsea & Goendul Surabaya. Pasalnya even yang digelar menggunakan Alun-Alun Reksogati Caruban memberikan berkah yang luar biasa bagi tim yang beranggotakan Cak Goendul, Tia Chelsea dan Kadir.

Tarung di hari pertama, Tim Chelsea & Goendul, menurunkan andalan di tiga kelas sekaligus yakni Piyik Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging. Pembagian tugas dilakukan untuk mengawal para jagoan yang turun pada kelas yang berbeda. Cak Goendul sendiri mengaku harus mondar mandir ke blok dimana sang orbitan berjuang memperebutkan podium juara.
Sementara Tia Chelsea dan Kadir berbagi tugas sesuai dengan arahan yang diberikan sang pimpinan. Sebagai tim yang kenyang pengalaman turun lapangan, bukan perkara sulit menjalankan misi merebut kejuaraan. Terlebih dengan persiapan matang yang sudah dilakukan jauh-jauh hari, pertarungan ini adalah target yang tergolong biasa-biasa saja.

Rekor kemenangan bagus yang sudah dibukukan tim yang bermarkas di Tenggilis Surabaya ini, menjadi modal kuat dan penyemangat untuk menambah koleksi kemenangan yang sudah berhasil dicapai.
Namun, yang namanya pertarungan pasti ada kata menang dan kalah. Setelah melalui pertarungan bersama ratusan peserta lain dan harus melalui empat babak yang penuh aksi dramatis, akhirnya Tim Chelsea & Goendul berhasil membawa pulang empat trophy kemenangan lewat aksi Giratika yang turun di Kelas Piyik Bebas pada nomor kerekan 230 sebagai juara ke tujuh.

Ada juga Misteri Medan yang meramaikan bursa perebutan podium juara di Kelas Piyik Yunior dengan hasil di urutan ke 11 pada nomor kerekan 402. Dan dua andalan lain yakni Mutiara Hitam yang bertarung di Kelas perkutut usia muda yakni Piyik Hanging berhasil mengakhiri penjurian di urutan ke sembilan belas pada nomor gantangan 74.
Serta Nuansa Medan orbitan H.Aidil Wallad Medan ring Chelsea yang berada di nomor gantangan 75 sebagai peraih nominasi ke dua puluh. Hasil ini diakui berada di luar ekspektasi. “Burung kurang kerja, makanya hasil juara tidak sesuai apa yang kami inginkan,” terang Cak Goendul. Namun semua itu harus tetap disyukuri.

“Yang namanya lomba, pasti ada masa jaya dan harus menerima kenyataan dari hasil yang didapat,” sambung Cak Goendul. Target yang tidak bisa tercapai ini, nampaknya tidak membuat mereka terlalu kecewa. Pasalnya saat pengundian door prize, mereka berhasil membawa pulang hadiah berupa 1 unit sepeda motor Honda Revo.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa juara meski tidak sesuai ekspektasi dan kami juga bisa membawa pulang doorprize sepeda motor,” ungkap Cak Goendul. Pencapaian ini dinilai sebagai bagian dari perjuangan yang harus selalu di syukuri. Ada cerita menarik dibalik keberhasilan membawa pulang doorprize sepeda motor.

Awalnya saat undian dilakukan, nomor yang keluar adalah Piyik Yunior miliknya yang dikerek pada nomor 354. Saat disebutkan nomor tersebut, salah satu anggota tim yakni Kadir langsung berlari menuju lokasi dimana undian tersebut. Namun karena dianggap terlalu lama, akhirnya dinyatakan batal.
Padahal menurut Cak Goendul timnya sudah berusaha secepatnya menuju titik lokasi, tapi tetap dinyatakan terlalu lama, sehingga undian tersebut batal. Dengan rasa kecewa, salah satu anggota tim kembali ke posisi semula. Namun belum sampai separuh perjalanan, undian kembali dilakukan dan keluar nomor gantangan 74 di Kelas Piyik Hanging dan ternyata, itu juga milik Tim Chelsea & Goendul.

Tanpa menunggu waktu lama, anggota tim tersebut berbalik arah dan berlari menuju lokasi panggilan agar tidak dinyatakan terlalu lama lagi. Kehadirannya dinyatakan pas dan undian berhasil menjadi milik Tim Chelsea & Goendul. “Kalau sudah rejeki, tidak akan kemana. Akhirnya meski di awal kami dinyatakan batal dapat doorprize karena terlalu lama datang, tapi kami tetap mendapatkannya kembali pada kelas yang lain,” ungkap Cak Goendul.







































