Siapa yang tidak kenal dengan Ababil Bird Farm. Peternak asal Sampang Madura ini sukses menjelma menjadi salah satu farm yang banyak melahirkan jawara konkurs level nasional. Sudah tidak terhitung lagi berapa produk yang sudah dihasilkan dengan deretan prestasi yang sudah tidak bisa terbantahkan.

Ratu Bilqis, Sami Agung, Aura Agung, Idola Agung, Ambusman, Wiro Sableng, Satria Ababil, Anak Manja, Tangisan Rindu, Seruling Emas, Paku Alam, Camelia, Ruby Star, Agoda adalah nama-nama perkutut yang aktif memetik kemenangan luar biasa di konkurs tanah air pada gelaran level nasional.
Tidak sampai disana, Ababil terus melahirkan produk unggulan terbaru seperti Tuan Tengkung dan Irama Agung. Soal prestasi, memang belum teruji secara nyata karena baru merasakan sengitnya perebutan podium juara di arena dalam rentang waktu yang belum lama. Namun soal kualitas, jangan ditanya.

Jika lolos seleksi alam, maka kedua perkutut bergelang Ababil ini akan semakin mengukuhkan Ababil sebagai peternak yang tidak pernah lepas dalam menghadirkan amunisi tangguh. “Alhamdulillah semua ini berkat rejeki dari Allah SWT atas ikhtiar yang sudah saya lakukan selama ini,” terang kung mania yang juga seorang pendakwah.
Bahkan KH.Abd.Aziz Aly mengaku masih memiliki generasi paling muda untuk dikawal menuju arena konkurs. Usianya saat ini masih terbilang Piyik, jadi belum berani memvonis bahwa produk satu ini bisa bergabung dalam skuad Ababil menuju podium juara. Tetapi lagi-lagi KH.Abd.Aziz Aly mengaku bahwa berdasarkan pengalaman, bahwa produk yang dimaksud bakal menjadi amunisi handal.

“Saya masih menyimpan hasil ternak, tapi usianya masih Piyik, tapi kalau dilihat perkembangannya, in syaa Allah tidak akan mengecewakan,” sambung pengusaha di bidang travel Haji dan Umroh. Disampaikan pula bahwa kedua produk anyar tersebut sudah terendus oleh kung mania dan tidak sedikit dari mereka berusaha untuk melobi dan berusaha melakukan negosiasi agar segera melepasnya.
Namun bukan persoalan gampang dan mudah. Karena Tuan Tengkung dan Irama Agung, belum ada rencana untuk dilepas. “Saya mau pastikan dulu perfomanya, apakah benar-benar bisa diandalkan atau tidak. Jam terbang belum banyak,” sambung pemilik Ababil Bird Farm. Keberhasilan KH.Abd.Aziz Aly dalam mengelola ternak perkutut memang patut diapresiasi.

Selama ini nama Ababil selalu sukses mengorbitkan jawara tanpa ada jedah. Seakan sudah disetting sedemikian rupa, sehingga setiap periode, selalu ada produk kandang ternak yang siap untuk mengadu kemampuan, kualitas dan prestasi di lapangan dengan hasil yang menggembirakan.
Mencetak produk unggulan tanpa putus, seakan menjadi pemandangan yang selalu diperlihatkan. Bahkan yang membuat bangga adalah bahwa produk yang orbit, selalu bertahan dalam jangka waktu lama. Salah satunya Camelia, andalan H.Sunahwi Talango. Menurut informasi, Camelia saat ini sudah memasuki usia 5 tahun, namun prestasinya masih tetap cemerlang.

Prestasi terbaru Camelia diraih dalam gelaran Liga Perkutut Madura #6 Pengda Sampang pada Minggu, 28 September 2025. Turun di Kelas Dewasa Senior, Camelia mengakhiri penjurian di podium pertama, diikuti oleh Agoda produk Ababil dibarisan kedua. Begitu juga produk lain seperti Ruby Star yang kini menjadi amunisi Team Primarasa Bandung.
Usianya sudah memasuki 3,5 tahun, namun masih aktif meraih podium juara. Aksi-aksi heroik produk Ababil di arena konkurs inilah yang semakin mengukuhkan nama Ababil sebagai peternak yang layak menyandang predikat sukses. Informasi yang akan semakin membuat nama Ababil melambung adalah pengakuan peternak Thailand atas produknya.

“Selama ini saya banyak kirim burung Ababil ke Thailand, mereka selalu minta karena merasa cocok dan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan,” ungkap kung mania yang juga tokoh agama di Sampang. Mental, kestabilan, air suara serta kualitas yang mumpuni, menjadi ciri khas produk bergelang Ababil.
Keberhasilan ini memang tidak terlepas dari upaya yang sudah dilakukan selama ini. Pemilihan indukan Menjadi salah satu kunci sukses. Diakui bahwa kriteria untuk materi kandang adalah, Ababil memiliki kriteria khusus, seperti tingkat kestabilan yang sudah teruji, artinya trah dari materi indukan harus memiliki reputasi sebagai pencetak produk bagus dengan prestasi yang memiliki jangka waktu lama.

Trah bagus dan mental serta kestabilan yang tinggi. Dan Ababil sendiri mengakui bahwa tidak fanatik terhadap salah satu peternak. “Saya cari materi berdasarkan kebutuhan, kalau memang cocok dan memenuhi kriteria, maka siapapun peternaknya, mau dari desa, pelosok ataupun perkotaan, bagi saya tidak masalah,” terang H.Abd.Aziz lagi.
Faktor inilah yang membuat Ababil tetap eksis menjadi peternak dengan segudang prestasi yang sudah diraih. Sampai saat ini upaya terus dilakukan untuk tetap mencetak produk unggulan. “Setelah saya berusaha dengah materi bagus, kemudian saya ikhtiar dan akhirnya saya pasrahkan semua kepada Allah SWT,” ungkap KH.Abd.Aziz Aly lagi.














