Kolaborasi cuaca panas dan mendung mengawal pelaksanaan Liga Perkutut Madura Putaran 7. Agenda yang digelar Pengda P3SI Sumenep pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Lapangan Perkutut Bluto berlangsung sukses dan lancar. Sekitar 12 blok peserta (Dewasa Senior 1 blok, Dewasa Yunior 1 blok, Piyik Bebas 4 blok, Piyik Yunior 4 blok dan Piyik Hanging 2 blok), ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada peserta Liga Perkutut Madura Putaran 7 Sumenep,” terang Kades H.Matsin Ketua P3SI Pengda Sumenep. Disampaikan juga rasa terima kasih atas kehadiran peserta sehingga pelaksanaannya acara sesuai harapan,” sambung pemilik Bintang Surya Bird Farm Bluto.
Seperti pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, briefing juri menjadi agenda yang dilakukan. “Juri, perumus dan pengawas wajib paham Pakta Integritas, karena jika tidak, maka kalian tidak akan bisa menjalankan tugas dengan baik dan benar,” tegas Ir.R.H.Moch Mahmud, salah satu pencetus Liga Perkutut Madura.

Diharapkan juga agar juri mampu menjalankan tugas dengan apa adanya bukan ada apanya. Disiplin, tegas dan berkeadilan harus ditanamkan pada juri. Ditambahkan pula bahwa juri, koordinator dan dewan juri harus saling bantu saat tugas di lapangan. Bukan dalam artian mengintervensi, tetapi saling bantu, semisal di awal-awal babak, dimana juri akan kewalahan dalam memantau burung bunyi.

Kalau ada peserta yang komplain, maka menjadi tugas Dewan Pengawas untuk segera bertindak agar suasana tidak sampai parah. Karena ketika ada peserta yang komplain dan tidak langsung mendapatkan respon, maka mereka akan cenderung menjadikan suasana kurang kondusif.
Dewan pengawas wajib menegur juri yang tidak menggunakan bahasa tubuh. Pada kesempatan yang sama, Kades H.Matsin juga memberikan arahan. “Saya minta tolong ahar kinerja juri harus benar-benar matang, jangan sampai grogi, jangan takut sama peserta,” tegas Ketua Pengda P3SI Sumenep. Akhmad Mauludin juri nasional asal Sampang memberikan pendapat.

“Interval hitungan bunyi harus benar dan tolong ditunjukkan pada peserta,” harap Akhmad Mauludin. Lebih lanjut disampaikan bahwa ada kalanya peserta merasa burungnya bunyi 5 kali, tapi menurut juri hanya 3 kali. Maka hal itu perlu diperjelas dengan bahasa tubuh agar tidak sampai terjadi salah paham.

Disampaikan juga bahwa Dewan Pengawas jangan melakukan tindakan tindakan hanya ketika terjadi komplain, namun saat ada peserta yang teriak, maka segera memberikan respon. Disampaikan juga oleh Akhmad Mauludin bahwa Madura memiliki agenda jadwal yang padat, kesempatan inilah seharusnya dijadikan momentum bagi juri untuk terus mengasah kemampuan dan keahlian.

Sehingga nantinya akan berdampak pada kenaikan jenjang atau status mereka. Pakta Integritas harus dipahami agar kinerja juri bisa sesuai harapan dan keinginan. Satu masukan lagi disampaikan bahwa sebelum juri menyerahkan hasil rekapan pada perumus, maka harus dicek dulu apakah sudah komplit apa belum.

Jangan sampai saat berada di meja rekap masih ada yang kurang. Burung noklak atau dorong sesuai Pakta Integritas tidak dinilai atau dihitung. Diakhir briefing Ir.R.H.Moch Mahmud memberikan tambahan agar juri risk berkomunikasi dengan lisan karena jika salah, maka akibatnya akan fatal.

“Pesan saya terakhir adalah juri jangan takut intimidasi jika memang benar, kami siap memback up jika juri dalam ancaman,” tegas pemilik CTP Bird Farm Bangkalan. Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa pelaksanaan berjalan lancar. Empat babak penjurian berlangsung tanpa halangan.

Usai penjurian, cek ring masih menjadi agenda tambahan bagi juri. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan ditentukan. Untuk podium pertama di Kelas Dewasa Senior berhasil menjadi milik Genius amunisi baru H.Fahmi Sekar Anom Pamekasan, produk MBA yang dikerek pada nomor 26.

Disusul kemudian Molen andalan H.Hairul 3 Bintang Pamekasan, ternakan Dewa Suara yang menempati nomor kerekan 41 dan tempat ketiga diraih Ruby Star orbtan Dede Primarasa bandung, produk Ababil yang dikerek pada nomoe 20. Untuk Kelas Dewasa Yunior, podium pertama berhasil menjadi milik Prabu Siliwangi amunisi Team Ardian Pasuruan, produk ternak HM 137 yang dikerek pada nomor 63.

Dilanjut kemudian Paku Alam andalan H.Fahmi Sekar Anom Pamekasan, ternakan Naura yang dikerek pada nomor 82 dan tempat ketiga dimenangkan oleh Bintang Kumala orbitan Erdogan Pamekasan, produk AKS yang menempati nomor kerekan 68. Di Kelas Piyik Bebas, juara pertama berhasil menjadi milik Melodi amunisi H.Sunahwi Talango, produk Win’s yang dikerek pada nomor 151.

Dilanjut kemudian Valent andalan H.Faisol Omben Sampang, ernakan Kemilau Sutra yang berada di nomor kerekan 108 dan Songgo Ratu orbitan H.Abu Yazid Kades Moncek Sumenep ring Fortune 168 yang berada di nomor kerekan 87. Di Kelas Piyik Yunior, Adi Putro, amunisi Heru NHD Sumenep berhasil mengkanvaskan lawan.

Produk ternak Putra Mandiri yang berada di nomor kerekan 413 langsung tancap gas sejak babak pertama. Disusul kemudian Las Vegas andalan Bintang Surya Bluto Sumenep, ternakan Jasika yang dikerek pada nomor 334 dan tempat ketiga dimenangkan Saritomo Reborn orbitan Dede Primarasa Bandung, ring Primarasa yang dikerek pada nomor 268.

Dan di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil menjadi milik Ratu balqis, amunisi anyar H.Holik JBN Galis Bangkalan, produk JBN yang digantang pada nomor 23. Disusul kemudian Inter Miami andalan Gus Syani Ras Pamekasan, ring DEN yang menempati nomor gantangan 98 dan Ramapati orbitan Rokip Galis Bangkalan ternakan LTM yang digantang pada nomor 28.















