Spekulasi berkembang terkait ketidak munculan Abah Riman, kung mania Surabaya selama ini. Ada informasi yang berhembus bahwa salah satu tokoh perkutut Kota Pahlawan ini sudah menarik diri dari dunia hobi perkutut yang sempat ditekuni. Namun dengan tegas, kabar tersebut dibantah.

“Siapa bilang saya berhenti main perkutut. Saya tidak pernah muncul ke lapangan, bukan karena sudah berhenti main perkutut,” tegas Abah Riman. Lebih lanjut disampaikan bahwa ketidak hadirannya ke konkurs disebabkan oleh kesibukan pekerjaan dan faktor lain yakni tidak punya amunisi yang harus ditampilkan saat menuju arena.
Sebagai seorang kung mania se kaliber H.Riman, amunisi handal adalah salah satu syarat yang harus dimiliki untuk mengeksiskan diri sebagai pelomba. Bagaimana mungkin pelomba bisa eksis, jika tidak ada amunisi yang akan ditampilkan. Jika hanya silaturrahmi ke lapangan tanpa membawa amunisi, rasanya kurang lengkap.

“Selama ini saya tidak punya burung buat lomba, makanya saya tidak pernah hadir. Andai ada maskot/amunisi, pasti saya selalu datang dan ikut lomba,” ungkap pemilik Tomy Bird Farm Surabaya. Beberapa orbitan yang sempat mengawal bersama ke arena, kini sudah tidak bisa diandalkan.
“Makanya saya masih mencari calon pengganti andalan agar saya bisa aktif lagi ke lomba,” sambung pengusaha sukses di bidang alat-alat berat. Selama ini H.Riman mengaku belum menemukan calon andalan yang bisa meneruskan hobi perkututnya, sehingga turun lomba sementara diliburkan.

Namun untuk aktifitas di kandang ternak, sampai saat ini masih terus dilakukan. “Saya hampir setiap hari habis shubuh selalu ada di kandang, untuk memantau burung, siapa tahu ada yang bagus sekaligus mengevaluasi hasil anakan,” ungkap H.Riman. Keinginan untuk come back ke arena konkurs, nampaknya bakal di lakukan.
“In syaa Allah saya akan kembali turun ke lomba dengan membawa beberapa burung. semoga mau tampil,” harap Abah Riman lagi. Adapun calon yang akan diusung adalah Primadona, perkutut ternakan R.Anjani. Diakui bahwa perkutut ini dua tahun lalu pernah menjadi amunisi, namun beberapa lama berada di orang lain.

Nah, sejak tiga bulan lalu Primadona kembali ke pangkuan H.Riman dan kini dalam proses rawatan yang dilakukan sendiri. “Saya dulu pernah punya burung namanya Primadona, tapi ada di teman, nah sekarang ini Primadona saya tarik kembali buat mainan, siapa tahu masih bisa tampil di lapangan,” ungkap kung mania yang selalu memakai baju koko warna putih.
Selain itu ada pula Barokah, Pasrah dan Silaturrahmi, perkutut yang lahir dari kadnang Tomy Bird Farm. Ketiga nama tersebut memang belum popular dan belum memilii rekam jejak yang bisa dibanggakan, namun secara kualitas, diakui tidak akan mengecewakan. Mengingat usianya yang masih muda, maka perlu jam terbang agar bisa eksis di lapangan.

Awal kembalinya H.Riman ke dunia hobi perkutut, akan dimulai dari gelaran GNP Cup Tulunguagung yang akan dihelat pada Minggu, 16 November 2025. “Saya rencana mau turun lomba di Tulungagung, ada tiga burung yang akan saya bawa yakni Primadona, Pasrah dan Barokah,” sambung Abah Riman lagi.
Sedangkan konkurs berikutnya adalah akan menghadiri Liga Perkutut Indonesia putaran akhir Kejurnas Cup Bekasi yang akan digelar pada 06 – 07 Desember 2025. Untuk agenda ini, Primadona dan Barokah akan menjadi kawalan. Primadona akan memastikan tarung di dua kelas sekaligus yakni Piyik Bebas dan Dewasa Yunior.
Sedangkan Barokah akan menghadapi lawan di Kelas Piyik Hanging. “Semoga saja ini menjadi awal bagi saya untuk kembali ke dunia hobi perkutut. mohon doa dan restuya agar apa yang menjadi harapan dan keinginan saya, bisa terwujud,” harap kung mania yang tinggal di Jalan Simorejosari A/04 Surabaya.

H.Riman mengaku bahwa saat ini aktifitas yang dilakukan tiap pagi adalah di kandang ternak untuk memantau dan melakukan evaluasi terhadap hasil ternak. “Saat ini saya pantau sendiri dan evaluasi sendiri, hasil ternak, jika ada yang kurang langsung saya lakukan perombakan, agar hasil ke depan lebih bagus,” sambung H.Riman lagi.’
Bahkan demi melengkapi persyaratan kandang, Ring P3SI sudah di order untuk memastikan bahwa produk Tomy Bird Farm pasti menggunakan ring resmi yang dikeluarkan oleh P3SI Pusat. “Saya sudah punya Ring P3SI Pusat tahun 2026 dan siap dipasangkan pada produk Tomy Bird Farm,” jelas H.Riman sambil memperlihatkan ring yang dimaksud.














