Kolom Lavida yang berada di Dusun Libiliyah Desa Aengdake Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Madura kembali diramaikan oleh kehadiran kung mania pada Sabtu, 15 November 2025. Mereka hadir dalam rangka memenuhi undangan panitia dalam rangka gelaran Latber Lavida Bird Farm.

“Hari ini kami kembali menggelar kegiatan, adapun even yang kami selenggarakan adalah Latber Lavida Bird Farm,” terang H.Lutfi. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu agenda yang dilakukan untuk terus memberikan ruang dan kesempatan kepada pada mania agar bisa tetap menyalurkan hobi dan menjalin silaturahmi.
Selama ini setiap kegiatan yang diselenggarakan, selalu mendapatkan respon positif dari peserta. Dukungan mereka diwujudkan lewat kehadiran bersama sang orbitan dalam jumlah yang lumayan besar. Sehingga peserta yang masuk daftar, selalu penuh sesak bahkan tidak jarang jumlah yang hadir melebih ekspektasi panitia.

Sebenarnya dalam even kali ini, antusias peserta tidak mengalami perubahan. Saat pendaftaran dinyatakan dibuka, para pemburu juara, langsung menghubungi pihak panitia pendaftaran. Namun, ada yang berbeda untuk kegiatan kali ini. Jika biasanya panitia memberikan kesempatan yang sebebas-bebasnya pada peserta, namun untuk saat ini, panitia membatasi jumlah peserta.

“Latber sekarang, peserta terbatas, tidak seperti pada acara sebelumnya,” sambung pemilik Lavida Bird Farm. Hal tersebut disebabkan oleh lokasi yang terbatas. “Lokasinya terbatas, lapangan yang biasanya kami pakai, sekarang digunakan untuk tanam jagung karena sudah masuk masa tanam,” ungkap H.Lutfi.
Hanya ada beberapa petak lahan yang bisa digunakan, namun itupun tidak banyak, sehingga panitia hanya membuka 3 blok untuk tiga kelas. Kelas Piyik Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging, masing-masing 1 blok. Menurut penuturan H.Lutfi, sebenarnya target panitia adalah membuka sampai 7 blok.

Namun karena lokasi yang tidak memungkinkan, maka hanya bisa memasang dengah jumlah tiga blok saja. Kenyataan itulah yang membuat kung mania banyak yang tidak kebagian tiket. “Mohon harapan maklum, bagi teman-teman yang tidak kebagian tiket karena jumlah blok hanya 1 blok untuk masing-masing kelas,” tambah H.Lutfi lagi.

Bahkan panitia harus mengurangi jumlah burung yang akan diikutsertakan demi memberikan kesempatan pada peserta yang lain. “Saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya pada teman-teman yang tidak kebagian tiket, semoga untuk kegiatan berikutnya, semua bisa memberikan dukungan,” harap H.Lutfi lagi.
Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa acara berlangsung sukses dan lancar. Empat babak penjurian berlangsung tanpa hanbatan sampai akhirnya penetapan podium juara di lakukan. Sebelumnya dilakukan cek ring bagi peserta yang masuk nominasi sepuluh besar di masing-masing kelas.

Untuk podium pertama Kelas Piyik Bebas, berhasil menjadi milik Maong Bodas, amunisi h.Sakur Bluto Sumenep, perkutut ternakan Mawar yang dikerek pada nomor 50. Disusul kemudian Ronggolawe, andalan Bintang Surya Bird Farm Bluto Sumenep, perkutut ternakan Bintang Surya yang menempati nomor kerekan 62.

Dan diurutan ketiga ada Joko Umbarang orbitan H.Syaiful Ottoman Karanganyar Sumenep, ternakan Rafi yang dikerek pada nomor 77. Di kelas Piyik Yunior, juara pertama berahsil menjadi milik Mayora, amunisi H.Masdar Talango Sumenep, ring HM PJR yang dikerek pada nomor 21.
Menyusul pada urutan kedua, Sultan Agung andalan H.Lutfi Bluto Sumenep, produk lavida yang berada di nomor kerekan 40 dan tempapt ketiga dimenangkan Turbo orbitan H.Fais/Salam Pasongsongan, produk SKW yang ebrada di nomor kerekan 38. Dan di Kelas Piyik Hanging, dua amunisi H.Masdar Talango Sumenep berhasi menjadi juara.

Yakni Raden dan Soimah, produk HM PJR ditetapkan sebagai juara pertama dan kedua yang digantang pada nomor 36 dan 35. Sedangkan Gomlo orbitan Imam Photografi Dasuk Sumenep produk Benita yang digantang pada nomor 32.

Diakhir acara panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan dukungan dengan cara hadir di arena konkurs dan permintaan ma’af disampaikan jika selama acara, ada hal-hall yang kurang berkenan.















