Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Bupati Tapin Cup 2025 yang rencananya akan digelar pada Minggu 23 November 2025, menjadi even yang menegaskan bahwa sampai saat ini eksistensi hobi perkutut di Tapin Rantau Kalimantan Selatan belum berakhir dan masih tetap bergulir.

Agenda yang akan menempati lokasi di Lapangan Perkutut Rantau Komplek Perkantoran BPBD Kabupaten Tapin Rantau Kalimantan Selatan seakan memperjelas status kung mania disana bahwa hobi perkutut masih saja menjadi rutinitas sebagian masyarakat. Akhmad Syaubari Ketua Panitia Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan ini sudah menjalani proses yang hampir tuntas.
“Secara keseluruhan persiapan panitia sudah mencapai 99 persen. Tinggal persiapan hal-hal kecil yang bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat,” terang Akhmad Syaubari. Lebih lanjut disampaikan bahwa yang menjadi pikiran panitia adalah masalah cuaca. “Curah hujan di sini begitu tinggi.

Hal ini yang kami khawatirkan. Tapi mudah-mudahan saja kami bisa melewatinya tanpa ada masalah,” sambung Akhmad Syaubari. Ditambahkan juga bahwa gelaran ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tapin lewat Dinas Pertanian, beberapa sponsor dari industri/perusahaan daerah seperti PDAM, dari Team BGM Binuang yang berupa satu unit sepeda motor dan TV.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada sponsor baik dari pemerintah daerah dan Team BGM Binuang serta sponsor yang lain,” kata Akhmad Syaubari. Informasi lain yang bisa disampaikan bahwa untuk tiga kelas yang akan dilombakan (Kelas Dewasa Senior, Dewasa Yunior dan Piyik Hanging) sudah penuh dengan masing-masing 1 blok.

Panitia tidak akan membuka blok lagi mengingat banyak faktor seperti kerekan dan persiapan lain yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ditambahkan pula bahwa lokasi yang akan dipakai merupakan lapangan baru. Even Bupati Tapin Cup merupakan agenda yang ketiga kalinya, dimulai sejak tahun 2023 dilanjutkan pada tahun 2024 dan kini 2025.
“Alhamdulillah Bupati Tapin Cup sudah kami gelar sebanyak 3 kali sejak tahun 2023 dan pelaksanaannya selalu meraih hasil sukses,” tambah kung mania yang eksis turun lomba sampai ke Pulau Jawa. Even ini juga diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Tapin yang ke 60 tahun.

Disampaikan juga bahwa gelaran ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk memberikan informasi bahwa sampai saat ini hobi perkutut di Tapin masih tetap eksis dengan adanya lomba. Diharapkan nantinya agenda lomba bisa terselenggara setiap tahun untuk even tahunan dan ditambah agenda lain, baik latber, LatNil ataupun liga.
“Demi eksistensi hobi perkutut di Tapin, kami berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan juga dari seluruh pihak dan juga masyarakat,” harap Syaubari. Setidaknya dengan jadwal yang rutin akan menjadikan Tapin meraih dengan lomba, sehingga masyarakat yang selama ini tidak mengenal dan mendengar, maka akan bersama-sama mendukung hobi.

Begitu juga bagi kung mania yang selama ini vakum, diharapkan bisa kembali meramaikan hobi perkutut di Tapin Kalimantan Sealtan. Karena daerah lain seperti Banjarmasin dan Banjarbaru sudah rutin menggelar kegiatan. Dukungan kuat dari P3SI Pengwil Kalimantan Selatan diharapkan semakin membuat hobi tambah semarak.














