Sekitar 13 blok (Dewasa Senior 1 blok, Dewasa Yunior 1 blok, Piyik Bebas 4 blok, Piyik Yunior 4 blok dan Piyik Hanging 3 blok) hadir meramaikan gelaran Liga Perkutut Madura Putaran 8, pada Minggu 23 November 2025. Even yang digelar menempati lokasi di Lapangan Kerapan Sapi Pegantenan dan menjadi hajatan Pengda Pamekasan terlaksana dengan sukses dan lancar.

Gerimis yang hadir dipagi hari dan sempat membuat khawatir beberapa peserta, akhirnya berganti dengan kemunculan sinar matahari. Seperti pada pelaksanaan sebelumnya, breifing juri menjadi rutinitas yang dilakukan. Dibuka dengan arahan Ketua Liga Perkutut Madura sekaligus Ketua Pengda P3SI Pamekasan.
“Saya sampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Ketua Pengda di Madura dan yang mewakili. Saya harapkan kinerja juri yang terbaik, jangan sampai mengecewakan apa yang sudah dilakukan panitia,” terang pemilik AZ Bird Farm. Dilanjutkan kemudian arahan Siswoko Raharjo.

“Juri Madura sudah dikenal profesional, namun masih ada beberapa catatan yang perlu ditingkatkan agar kepercayaan banyak pihak semakin meningkat,” jelas Ketua Bidang Penjurian P3SI Pengda Bangkalan sekaligus koordinator juri Liga Perkutut Madura. Ditambahkan pula bahwa Madura saat ini sudah mandiri.

“Jangan sampai keprofesionalan dan kemandirian ini, citranya dirusak oleh oknum juri. Ir.H.R.Moch Mahmud, Wakil Ketua Penjurian P3SI Pusat sekaligus Ketua Pengda P3SI Bangkalan menyampaikan beberapa poin. Menurut pemilik CTP Bird Farm bahwa juri harus profesional, agar bisa aseperi itu maka dijaga mental.
Yang perlu dilakukan untuk mendukung semua itu adalah pahami isi aturan yang ada di AD/ART dan Pakta Integritas. Yang tidak kalah penting adalah disiplin menjalankan aturan yang sudah ada. Ditambahkan bahwa jika juri paham tapi tidak disiplin, maka percuma adanya.

Poin berikutnya adalah tegas terhadap siapapun dan berkeadilan, hilangkan rasa dan sifat kedaerahan dan primodalisma, sehingga juri benar-benar fair play. Disinggung juga oleh Ir.H.R.Moch Mahmud bahwa kenapa juri tidak bisa profesional. Pertama, juri tidak paham dengan aturan dan AD/ART.

Kedua, juri takut terhadap intimidasi dari peserta. Untuk itulah pengurus akan memback up juri ketika bertugas selama itu benar. Ketiga, masalah moral, ada kepentingan pribadi sehingga juri bisa berbuat di luar aturan. “Saya tidak akan capek-capek menyampaikan hal ini karena harus terus dilakukan agar juri bisa lebih baik lagi,” ungkap tokoh yang akrab di panggil Ra Mahmud.
Disampaikan juga bahwa koordinasi yang baik antara juri, koordinator dan dewan harus tetap dilakukan. Koordinasi yang dimaksudkan adalah bukan mengintervensi tetapi membantu jika ada peserta yang mengeluarkan suara ketika burungnya bunyi. Mendengarkan apa yang dikeluarkan peserta, berarti juri sudah menghargai upaya mereka dalam merawat burung.

Dewan Pengawas aktif sebelum ada komplain dari peserta, serap apa yang menjadi masalah mereka. Bahasa tubuh juga menjadi kebiasaan yang harus terus dijalankan agar seluruh peserta paham dengan apa yang dilakukan juri.

Giliran Mujiburohman, wakil Ketua Pengda P3SI Sampang menyampaikan pendapat. “Peserta datang, pengurus juga datang dari rumah meninggalkan keluarga sebagai bentuk kecintaan dan perjuangan. Maka hargainya semua itu lewat kinerja yang bagus dasi juri,” tegas arahan singkat Mujiburohman.

Akhmad Mauludin juri nasional Sampang menuturkan agar juri menghitung jumlah bunyi yang masuk, jangan sampai lepas agar tidak terjadi salah paham dan salah hitung dengan peserta. Juri dituntut untuk menguasai kualitas juri dengan cara terus belajar, di gelaran lokalan.

Karena ada beberapa laporan bahwa ada gelaran kolom, burung dapat nilai sa.pai tiga warna hitam, namun saat di lomba, ternyata burung tersebut mentok dua warna hitam. Akhmad Mauludin juga menyarankan adanya penentuan posisi tiga besar juara diputuskan oleh Dewan Juri bukan ditentukan oleh perekap dengan alasan karena yang lebih paham dan tahu benar kondisi burung di lapangan.

Beberapa kasus bahwa burung yang dapat bendera usulan, ternyata kalah dengan burung yang tidak dapat bendera usulan. Kacong, Dewan Pengawas asal Sampang juga mengharapkan Dewan Juri harus paham posisi tiga besar, dimana paham dimana penempatan nilai.

Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan bahwa Putra Kadur, amunisi H.Hairul 3 Bintang Pamekasan, produk ternak ATLAS yang dikerek pada nomor 27 menjadi yang terdepan. Disusul kemudian Chiki-Chiki andalan Team Punto Jakarta, produk WS yang menempati nomor kerekan 22 sebagai peraih juara kedua.
Dan tempapt ketiga dimenangkan Valent, orbitan RH.Faisol Omben Sampang, ternakan Kemilau Sutra yang ada di nomor kerekan 26. Untuk Kelas Dewasa Yunior, Logizz amunisi FIrman/NA Group Pamekasan, ternakan Palem yang dikerek pada nomor 60 sebagai peraih podium pertama.

Disusul oleh Joko Tole, andalan H.Syaiful Ottoman Karanganyar Sumenep, ternakan WI yang dikerek pada nomor 52 diurutan kedua dan tempat ketiga dimenangkan oleh Star Bomba orbitan H.Fathor Kota Baru Kalimantan Selatan produk ternak ASM yang menempati nomor kerekan 66.
Di Kelas Piyik Bebas, Anak Mas, amunisi Team Punto Jakarta, terenakan Mutiara yang dikerek pada nomor 147 sebagai peraih podium pertama, di urutan kedua ada Golden Boy andalan H.Nisa’I Talango Sumenep, ring DMA yang dikerek pada nomor 127 dan tempat ketiga dimernangkan Irama Muda orbitan H.Mukkab Pamekasan, ring Ariya yang dikerek pada nomor 172.

Untuk Kelas Piyik Yunior, urutan pertama dimenangkan oleh Alrisa Gravita amunisi Dede Primarasa Bandung, ring Lora Prabu yang dikerek pada nomor 331. Diurutna kedua ada Las Vegas andalan Bintang Surya Bluto Sumenep, produk Jasika yang dikerek pada nomor 284 dan ditempat ketiga ada Garnacho orbitan Ko Kimsun Tim Hijaiyah Pamekasan produk KRM yang dikerek pada nomor 404.

Untuk Kelas Piyik Hanging, juara pertama menjadi milik Joko Umbabran, amunisi H.Syaiful Ottoman Karanganyar Sumenep, ring RAFI yang dikerek pada nomor 95. Dirutuan kedua ada Bramasta andalan Samsul Efendi Ansanah Pamekasan, ring PSA yang menempati nomor kerekan 92.
Dan tempat ketiga ada Inter Miami orbitan Gus Syani Ras Pamekasan, ring Den Ela yang dikerek pada nomor 20. Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak teriima kasih atas kehadiran dan dukungan peserta. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.














