Minggu, 28 Desember 2025 Sumenep kembali dimeriahkan gelaran Kolom Dinilai (KolNil) Tak Nyana. Berlokasi di halaman markas Tak Nyana Bird Farm Bluto, acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dua partai yang dilombakan yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging, penuh sesak oleh peserta.

H.Rofik selaku ketua pelaksana sekaligus tuah rumah mengatakan bahwa kegiatan ini digelar atas usulan dari rekan-rekan kung mania yang bisa mangkal disana. “Ada usulan dari teman-teman agar diadakan acara dinilai, makanya saya langsung berembuk dengan beberapa rekan lain dan akhirnya saat ini kami bisa berkumpul,” terang H.Rofik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa agenda ini sekedar mengisi waktu kosong dan agar hobi perkutut di Sumenep bisa tetap tersalurkan. “Tidak ada yang istimewa pada acara ini, karena hanya berupa Kolom Dinilai agar kami bisa tetap menyalurkan hobi,” sambung salah satu tokoh lawas perkutut Sumenep.

Namun demikian perjuangan para jawara yang berada di atas kerekan dan gantangan tetap tinggi untuk bisa meraih hasil terbaik dan ditetapkan sebagai peraih juara. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengda Sumenep, Kades H.Matsin. “Saya hadir sebagai wujud dukungan terhadap kegiatan yang ada di Sumenep, baik itu kegiatan yang sifatnya besar ataupun kecil,” tegas pemilik Bintang Surya Bird Farm Bluto.

Dengan kegiatan seperti ini diharapkan semangat kung mania tetap tinggi dan eksistensi hobi tetap terjaga dengan baik. Cuaca cerah dan cenderung panas, mengawal kegiatan dari pertama sampai akhir. Empat babak penjurian berlangsung tanpa ada kendala. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan di lakukan.

Untuk podium pertama Kelas Piyik Bebas berhasil menjadi milik Susi Susanti, amunisi H.Lutfi Bluto Sumenep, produk Lavida yang dikerek pada nomor 30. Disusul oleh Setan malam andalan H.Rafik Bluto Sumenep, ternakan Tak Nyana yang menempati nomor kerekan 32 dan tempat ketiga dimenangkan Haurura orbitan Junaidi Prenduan ring HJM yang dikerek pada nomor 02.

Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil menjadi milik Dawang Wulan amunisi H.Sukandar Kades Bluto Sumenep, produk SKAD yang digantang pada nomor 33. Menyusul pada urutan kedua Prabowo andalan H.Ach.Hamdan Y Team Genius Pamekasan, ternakan Jailani yang digantang pada nomor 16 dan Stel Koncang orbitan Bintang Surya Bluto Sumenep produk Bintang Surya yang menempati nomor gantangan 58.

Usai penjurian seperti biasanya, dilakukan cek ring untuk peserta yang masuk nominasi juara. Cek ring dilakukan untuk memastikan penggunaan Ring P3SI yang selama ini sudah menjadi keahrusan yang harus ditaati oleh semua peserta. Cek ring tidak hanya dilakukan dalam even besar dan nasional, tetapi juga untuk seluruh kegiatan kokurs di tanah air.

Di akhir acara, segenap panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari peserta dan juga pihak terkait, sehingga pelaksanaan bisa berjalans esuai rencana. Dan permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan di hati peserta dan juga kung mania.















