Eksistensinya di dunia hobi perkutut tanah air tidak lwu diragukan lagi. Sebagai tokoh lawas yang sudah malang melintang di dunia hobi perkutut puluhan tahun, namanya tidak mungkin dengan mudah terhapus dalam memori para penggila lomba. Encung pemilik GM Bird Farm Sampang ini memang jarang turun lomba, terutama untuk kegiatan level nasiona.

Bukan karena sudah tidak lagi peduli dengan hobi yang ditekuni, namun karena alasan kesibukan dan juga amunisi yang sampai saat ini belum pas padanya. “Saya jarang turun lomba bukan berarti berhenti, tapi karena ada sedikit kesibukan dan juga belum ada burung yang pas untuk di bawa ke lapangan,” terang Encung.
Bukti eksistensinya adalah masih adanya kandang ternak dan beberapa burung peliharaan yang masih tetep terlihat dj kediamannya. “Kandang ternak saya masih berdiri kokoh, sangkar juga masih ada, umbaran juga masih lengkap,” sambungnya. Meski tidak rutin berada dj arena, bukan berarti tidak ada info dan kabar yang terlewatkan.

Pasalnya sampai saat ini kediaman Encung masih menjadi tempat nongkrong kung mabia. “Banyak teman-teman yang masih main kesini, silaturahmi dan ngobrol soal perkutut. Mereka datang tiap waktu,” imbuhnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa selama ini pula pencarian calon jawara lapangan juga dilakukan.
Baik sambil menunggu hasil ternakan sendiri yang bisa dibuat main, ataupun hasil dari ternak orang lain. Di tahun 2026 ini, Encung mengaku siap eksis kembali dengan membawa beberapa amunisi yang dinilai sudah melalui proses seleksi. “Sampaikan ke teman-teman untuk waspada karena saya akan main lagi dan siap melawan mereka,” tantang Encung.

Bahkan dirinya sempat menyebut satu nama kung mania yakni H.Faisol BBM Malang sebagai lawan yang siap dihancurkan. “Sampaikan tantangan saya pada H.Faisol JBM Malang, burungnya saya tantang di lapangan untuk beradu kualitas,” ungkapnya lagi.
Kepercayaan diri sepertinya muncul untuk kembali ke lapangan, membawa amunisi yang siap ditampilkan dan siap merebut podium juara. Kita tunggu aksi dari Encung GM Sampang saat berasa di arena konkurs. Mampukah eksis kembali dengan prestasi yang pernah dilakukan ketika itu.














