Liga Hanging Bangkalan 2025, akan segera berakhir. Putaran 12 yang berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025 di Lapangan Amuse Bird Arena Tragah, menjadi ajang pamungkas perburuan juara dan poin. Artinya ajang yang diselenggarakan oleh Pengcam Kamal, menjadi raihan peserta untuk menambah poin.

Jika kung mania bisa menembus podium di urutan 10 besar, artinya ada kesempatan untuk memperbaiki posisi, bisa naik atau bertahan. Semakin besar poin yang didapat, maka peluang untuk merangsek di tempat yang lebih tinggi, akan semakin lebar. Selanjutnya Liga Hanging Bangkalan akan menggelar kembali ajang Penganugerahan Jawara 2025.
Dari hasil tersebut, Moh Kanzul Fikri, kung mania Blega Bangkalan, sukses menuntaskan liga dengan hasil menggembirakan. Podium pertama berhasil diraih, artinya ada tambahan poin sebesar 150. Hasil ini semakin memperlebar jarak dengan peserta lain di Klasemen Sementara yang sudah didapat sebanyak 785 plus 150 untuk hasil liga Putaran 12.

Total yang diraih putra dari Ustadz Nur Yakin ini menjadi 935. Angka yang tidak mungkin lagi digeser oleh siapapun. “Alhamdulillah, LHB Putaran 12 burung ternakan ABI Bird Farm kembali bisa meraih juara 1 di Kelas Piyik Hanging,” terang Ustadz Nur Yakin. Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil ini merupakan perjuangan dan doa yang dilakukan keluarga ditambah doa puluhan santri ngaji yang menjadi binaan.
Sukses ini diakui sebagai prestasi untuk yang kedua kalinya pada posisi pertama dalam daftar dan ketiga kalinya masuk nominasi Klasemen Akhir Liga Hanging Bangkalan. Menurut pengakuan Ustadz Nur Yakin, tahun 2021, predikat sebagai peraih podium pertama di Klasemen Akhir diberikan, atas nama Moh Kanzul Fikri.

Begitu juga untuk Liga Hanging Bangkalan 2025 sudah jelas akan kembali diraih, meski harus menunggu moment khusus yakni Penganugerahan Jawara 2025 yang akan digelar pada 14 Desember 2025. Tiga tahun lainnya, yakin 2022, Moh Kanzul Fikri meraih nominasi keenam pada Klasemen Akhir. Begitu juga di tahun 2023, posisi enam masih bersamanya.
Sedangkan di tahun 2024, Moh Kanzul Fikri menempati posisi ke lima. Hasil yang tetap di syukuri. “Apapun hasil yang kami dapat, selalu menjadi rasa syukur atas apa yang telah diberikan dan diturunkan oleh Allah SWT. Kami hanya sebatas berusaha dan berupaya, hasil kami serahkan pada-Nya,” ungkap sang Ustadz.

Namun yang pasti sukses adalah bahwa amunisi yang diorbitkan merupakan produk sendiri dan bukan dari peternak lain. “Burung yang kami orbitkan hasil ternakan sendiri bergelang ABI,” ungkap sang Ustadz. Keberhasilan menembus podium pertama tersebut bukan semata-mata karena kualitas burung, namun eksistensi di arena liga.
Selama ini ABI Bird Farm tidak pernah absen sekalipun dalam setiap gelaran. Dukungan keluarga yang begitu kuat menjadi salah satu faktor penentu hal itu. Bahkan tidak jarang, seluruh keluarga, mulai dari istri, anak perempuan yakni Nayla Safinatin dan putra lelaki yakni Moh Kanzul Fikri ikut ambil bagian dalam mendukung hobi sang Abi.

“Saya bersyukur keluarga mendukung penuh hobi perkutut saya, makanya selalu semangat turun lomba, kapan saja,” sambung kung mania yang biasanya didapuk jadi MC (Pembawa Acara). Prestasi ini tentu menjadi bukti bahwa kini ABI Bird Farm layak diperhitungkan dan setidaknya sudah layak naik level sebagai peternak yang sukses mencetak sekaligus mengorbitkan produk andalan.
Kemenangan di Liga Hanging Bangkalan 2025 berkat amunisi bernama Rodtang, Jamaica, Al Battar dan Caisar. Deretan amunisi inilah yang mampu memberikan peran besar dalam mengumpulkan poin, sehingga di akhir liga, akumulasi poin tersebut tidak mampu dilewati oleh lawan yang ikut dalam persaingan perebutan posisi.







































