Madura baru saja usai menggelar agenda di bidang penjurian. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Agustus 2025 di markas CTP Bird Farm Bangkalan bertajuk Pemantapan Tata Cara Penilaian dalam Sistem Penjurian Seni Suara Burung Perkutut Sesuai AD ART dan Pakta Integritas. Moment ini diikuti sekitar 55 juri dan perumus yang ada di Pulau Madura, mulai dari Yunior sampai Nasional.

Agenda yang diinisiasi oleh Liga Perkutut Madura menjadi catatan penting bahwa Madura ingin terus meningkatkan mutu dan kualitas serta moral juri dan perumus. Respon positif diberikan oleh peserta. Puswanto, juri nasional asal Sumenep mengaku bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk terus menyamakan persepsi tentang penilaian, terutama untuk kualitas bunyi.
“Selama ini ada pengertian yang belum pas tentang kualitas burung, semisal burung dengan kualitas 3 warna itu seperti apa berdasarkan AD/ART dan Pakta Integritas, terutama untuk juri baru,” terang juri yang akrab dipanggil Wawan. Dengan menggelar kegiatan seperti itu, maka juri akan semakin mantap dan paham apa dan bagaimana yang harus dilakukan.
“Setelah ini kami makin satu persepsi dalam menentukan penilaian, sehingga kami bisa memaksimalkan apa yang sudah kami dapat,” sambung Wawan. Disampaikan juga kesan positif tentang bahasa tubuh yang dinilai sangat membantu para juri dalam memberikan respon kepada peserta. Karena dampaknya yang bisa dirasakan sekali, maka ada usulan untuk menggelar kegiatan yang sama dalam rentang waktu yang sudah diatur.

“Saya usul kalau bisa kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan setiap tahun agar kami bisa selalu memiliki masukan dan kesempatan untuk terus menjadi lebih baik,” harep Wawan. Komentar senada disampaikan Adi Sis, juri nasional asal Sumenep. “Kegiatan seperti ini sangar bagus karena bisa mengingatkan kembali teman-teman yang sudah lama tidak bertugas,” terang Adi Sis.
Setidaknya dengan acara seperti ini maka memberikan kesempatan untuk terus mengasah kemampuan dalam menjuri agar tidak semakin tumpul. “Ada beberapa persepsi teman-teman yang berbeda, setelah mengikuti kegiatan kemarin, maka kini sudah semakin selaras. Itulah yang kamu inginkan,” sambung Adi Sis. Dengan agenda seperti itu, maka juri sudah kembali ke pakem.
Adi Sis juga berharap agar kegiatan ini bisa diagendakan setiap periode. Syahril, juri Yunior asal Sumenep mengaku senang mengikuti kegiatan itu. “Saya ikut acara ini karena bisa menambah wawasan dan ilmu tentang penjurian. Saya yakin dengan ikut acara ini maka ke depan akan semakin baik,” kata Syahril.
Bahkan menurutnya jika bisa terus mengikuti kegiatan yang sama, maka peluang untuk terus mengasah kemampuan dan keinginan untuk mencapai level sebagai juri nasional bisa tercapai. “Acara itu bagus karena pemaparan materi dari senior, bisa dicerna dengan baik. Ini adalah kesempatan bagus untuk meningkatkan pemahaman tentang penjurian,” tambahnya lagi.

Andika, perumus nasional asal Pamekasan mengapresiasi langkah yang dilakukan Pengurus Liga Perkutut Madura. “Agenda ini membuat saya makin paham dan mendapatkan ilmu baru. Setidaknya ada persamaan persepsi tentang penentuan posisi kejuaraan, sehingga tidak ada lagi perbedaan dalam menentukan urutan kejuaraan,” papar Andika.
Jufriyanto, juri yunior asal Sumenep mengaku senang dapat mengikuti kegiatan. “Setelah ikut acara ini, saya bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dari para senior. Pemaparan materi bagus dan bisa ditangkap dengan mudah. Sekarang saya bisa lebih mengerti,” ujar Jufriyanto. Hal inilah yang membuatnya makin semangat untuk menjalankan tugas di lapangan karena sudah dibekali dengan ilmu dan pengalaman yang didapat hanya dalam hitungan jam.
Decky, perumus yunior asal Pamekasan mengakui ada keuntungan yang didapat. “Acara ini sangat bagus dan memberikan manfaat bagi saya, karena materi yang disampaikan sangar detail dan bisa diterima dengan mudah,” kata Decky. Moh Imam Hidayat juri Senior asal Pamekasan mengatakan hal yang sama.

“Acara ini sangat menambah ilmu dan kemampuan dari segi teknis dan lapangan,” sebut Imam Hidayat. Dengan kegiatan seperti ini, maka kemampuan juri dan juga perumus akan semakin bertambah. Baihaki juri binaan asal Pamekasan mengaku sangat terbantu dengan agenda seperti ini.
“Sebagai juri binaan, pengetahuan dan pengalaman serta ilmu saya makin bertambah,. Ada materi yang sangat mendukung dari kegiatan ini karena semua pengalaman para senior disampaikan,” kata Baihaki. Bahkan ada materi yang selama ini tidak didapat selama bertugas di lapangan, ternyata diberikan oleh nara sumber. “Saya bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini karena banyak hal baru yang saya dapat. Ini benar-benar luar biasa,” papar Baihaki.
Taufik juri Senior Pamekasan mengaku semakin banyak hal baru yang didapat. “Pengalaman dari para senior membuat saya semakin paham dan jelas tentang penjurian, baik itu teknik dsn ilmunya,” kata Taufik. Bahkan kalau bisa kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan agar kemampuan juri semakin terasah dengan baik. Sofyan, juri yang baru saja naik status sebagai juri nasional mengaku bersyukur berada di dalam kegiatan tersebut.

“Pengalaman yang selama ini tidak pernah saya alami, akhirnya bisa diberikan oleh nara sumber. Hal ini adalah kesempatan saya untuk terus menambah pengetahuan,” jelas juri hasil didikan Akhmad Mauludin juri nasional Sampang. Mujib, perumus asal Sumenep mengaku bahwa kegiatan ini sangat bagus.
Menurut Mujib, dengan adanya kegiatan ini konsolidasi dan pemantapan juri dan perumus tentang pengetahuan makin baik. Selain itu persepsi tentang AD/ART dan Pakta Integritas yang sudah ditetapkan akan semakin jelas, sehingga harapan tidak ada lagi perbedaan diantara satu sama lain.
Hal ini akan semakin gampang dan mudah untuk melakukan sosialisasi kepada peserta, sehingga pada akhirnya tidak ada lagi perbedaan penilaian dan pemahaman. Sayadi, Dewan Pengawas asal Sampang mengaku bahwa agenda seperti ini bagus. “Ini adalah kegiatan yang positif, karena bisa menilai dan melihat kemampuan setiap juri dan juga perumus,” jelas pria yang juga seorang mekanik handal.







































