Liga Perkutut Kalimatan Selatan, sepertinya memberikan efek yang luar biasa pada kung mania. Selain mereka makin aktif dan terus semangat turun lomba, perburuan amunisi lapangan menjadi kabar yang mulai beredar. Mereka seakan tidak ingin melewatkan gelaran hajatan Pengwil P3SI Kalimantan Selatan.

Info teranyar adalah MU 11 (bukan M You Il) yang menjadi orbitan Achmad Rafi Barabai, perkutut produk SRS Bird Farm Kalimantan Selatan akhirnya lepas ke pemilik barunya yakni Salman pendatang baru Rantau. “Memang benar sekarang MU 11, burung yang sempat diorbitkan Achmad Rafi sekarang sudah jadi milik Salman Rantau,” terang Surya pemilik SRS Bird Farm.
Lebih la nut disampaikan bahwa take over yang mereka lakukan berdua, murni atas kehendak sendiri tanpa ada intervensi pihak lain. MU 11 sempat tampil dalam gelaran Liga Perkutut Kal-Sel 2026 seri 2 pada Minggu 29 Maret 2026. Gelaran yang menempati lokasi dilapangan Perkutut Lembu Jantan Pekapuran Raya pada Banjarmasin menjadi saksi prestasi MU 11.

Turun di kelas Dewasa Senior, MU 11 mengakhiri proses penjurian di urutan ke sembilan. Surya mengaku bahwa penampilan MU 11 tersebut adalah untuk pertama kalinya. Dengah jarak ratusan km dari Barabai menuju Banjarmasin, MU 11 harus berjuang selama perjalanan dan sesampai di lokasi harus menghadapi lawan.
“Perjuangan MU 11 luar biasa, berangkat dari lokasi yang jauh dan sesampai di Banjarmasin langsung tampil, tapi Alhamdulillah mau bunyi meski belum maksimal,” sambung salah satu penggerak hobi perkutut di Barabai. Prestasi tersebut sempat membuat Salman penasaran dan ingin segera mengetahuinya.

Sebagai pendatang baru yang ingin turun lomba bersama sang orbitan, burung tersebut sepertinya menjadi referensi untuk didapatkan. Keinginan untuk memiliki MU 11 sempat menjadi pikiran karena khawatir sang pemilik belum mau melepasnya. Sampai akhirnya terjadi komunikasi dan keduanya langsung mengadakan pertemuan.
Salman ingin memantau burung tersebut sebelum negosiasi di lakukan. “Saya sampaikan pada Om Surya kalau ingin memantau dulu sebelum melakukan negosiasi. Ternyata Om Surya mengiyakan, akhirnya kami ketemu,” ungkap Salman. Saat proses pantau dilakukan, Salman mengaku cocok dengan suara burung tersebut.

“Saya nilai burung ini cocok untuk saya ambil alih buat lomba,” kata Salman lagi. Surya sendiri mengaku tidak khawatir ketika melepas MU 11 karena masih memiliki calon lain yang siap diorbitkan. “Saya ingin Om Salman punya burung juara dan bisa dibuat lomba, makanya saya persilahkan untuk memilikinya.
Apalagi saya masih punya stok burung untuk lomba,” urai Surya. Sampai akhirnya negosiasi dilakukan dan deal untuk seekor burung prestasi bernama MU 11. Tidak disebutkan berapa nilai nominal yang mereka sepakati. “Alhamdulillah MU 11 sudah jadi milik saya, semoga bisa terus mempertahankan prestasi terbaiknya,” harap Salman tanpa menyebut angka transaksi.

Surya juga berharap agar Salman bisa semakin semangat untuk turun lomba bersama amunisi barunya. “Semoga Om Salman bisa eksis di arena lomba dengan memabwa burung juara, sehingga semangatnya bisa terus muncul untuk selalu mengikuti kegiatan Liga Perkutut Kalimantan Selatan,” urai Surya lagi.







































